Ini Kerugian Pangeran Harry Hadapi Kasus dengan Daily Mail
Hanya beberapa hari setelah kabar kepindahannya kembali ke Inggris mencuat, adik dari Pangeran William ini dijadwalkan akan mengetahui besaran biaya hukum hingga jutaan poundsterling yang harus ia bayarkan kepada penerbit Daily Mail, Associated Newspapers Ltd (ANL), akibat kekalahan dalam gugatan privasi yang menyita perhatian publik.
Perjuangan hukum yang menyedot perhatian global ini resmi membentur dinding tebal bulan lalu, setelah Hakim Matthew Nicklin di Pengadilan Tinggi London menolak secara keseluruhan gugatan tuduhan pelanggaran privasi dan peretasan telepon.
Gugatan tersebut sebelumnya dilayangkan secara kolektif oleh Pangeran Harry yang kini berusia 41 tahun, penyanyi legendaris Elton John, serta lima tokoh populer Inggris lainnya.
Pihak penerbit menyambut putusan tersebut sebagai kemenangan mutlak bagi kebebasan pers, sementara Pangeran Harry secara terbuka mengkritik putusan hakim dan menyebutnya sebagai sebuah bentuk whitewash.
Pada hari Jumat ini, Hakim Nicklin akan mengeluarkan putusan tertulis terkait besaran pembayaran awal yang wajib ditanggung oleh para penggugat.
Lebih dari sekadar angka pembayaran awal, poin paling krusial yang ditunggu adalah apakah pengadilan akan mengabulkan permohonan ANL untuk menerapkan skema penagihan indemnity basis.
Apabila skema khusus ini dikabulkan, Pangeran Harry dan rekan-rekannya diwajibkan mengganti seluruh biaya hukum penerbit secara penuh, tanpa memberi ruang bagi pengadilan untuk meninjau ulang apakah tagihan tersebut tergolong rasional dan proporsional atau tidak.
Sengketa finansial ini terbilang sangat memanas mengingat estimasi angka yang diajukan di persidangan. Dalam sidang sebelumnya pada bulan Juli, terungkap bahwa ANL telah menghabiskan tagihan hukum yang sangat fantastis mencapai Β£34,5 juta (sekitar Rp700 miliar).
Sementara itu, Pangeran Harry dan para penggugat lainnya dilaporkan hanya memiliki polis asuransi yang menanggung biaya hingga Β£16 juta.
Pihak penerbit kini menuntut pembayaran uang muka sebesar Β£10 juta secara langsung, sedangkan kubu penggugat mengajukan penawaran pembayaran awal di angka Β£8 juta.
Perkembangan hukum yang merugikan ini mengemuka di tengah kabar mengejutkan mengenai keputusan Pangeran Harry, Meghan Markle, dan kedua anak mereka yang berencana untuk kembali menetap di Inggris.
Sejak mengundurkan diri dari tugas resmi kedaulatan kekaisaran dan pindah ke California pada 2020 lalu, pasangan ini dipastikan tidak akan mengambil peran kerajaan apa pun maupun menerima dana dari publik.
Hingga saat ini, pihak Pangeran Harry belum memutuskan apakah akan mengajukan banding atas putusan perkara tersebut.
