Round Up
Masa Kelam Brad Pitt
Dalam wawancara bersama majalah Esquire yang diterbitkan pada Senin (10/8/2026), Brad Pitt begitu mendalam membahas kehidupan pribadinya di balik layar. Ia mengaku pernah ada masa kelam yakni di mana dirinya berjuang dengan kesehatan mental, kepergian sang ibu, hingga status sobriety atau pola konsumsi alkohol.
Bintang F1 itu pertama-tama membahas kesehatan mental. Ia mengaku pernah ada di posisi terhimpit gegara gelombang masalah keluarga.
Lalu soal kepergian sang ibu yang terjadi pada Agustus 2025. Kombinasi tekanan emosional dari berbagai masalah keluarga tersebut membawanya ke titik terendah yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Rasa sakit emosional yang dialaminya saat itu terasa sangat menghimpit hingga sempat terlintas pemikiran untuk mengakhiri hidup.
"Saya tidak pernah merasa ingin bunuh diri kecuali pada satu periode singkat. Dan pada periode singkat itu, saya hanya berpikir saya tidak bisa, saya tidak melihat adanya jalan keluar," ujarnya.
Brad Pitt mengaku betapa sulitnya melewati fase tersebut, meskipun di mata publik ia adalah sosok yang bergelimang harta dan popularitas.
"Ya. Dengarkan: hal seperti ini sama sekali tidak mudah. Padahal Anda sedang berbicara dengan pria yang sudah memenangkan lotre di hidupnya," tuturnya.
Selain kesehatan mental, aktor berusia 62 tahun ini secara terbuka menjelaskan perubahan pada komitmen sobriety atau pola konsumsi alkohol.
Setelah sempat berhenti total mengonsumsi alkohol selama bertahun-tahun pasca-perpisahan dan menghadiri pertemuan Alcoholics Anonymous (AA), Brad Pitt mengkonfirmasi bahwa kini ia sudah mulai minum-minuman beralkohol lagi.
"Saya sempat gak menyentuh alkohol selama tujuh tahun. Dan kemudian saya mulai minum lagi, tapi dengan cara yang lebih terkontrol. Saya beberapa kali terlalu percaya diri, lalu menyadari 'Ya, ini tidak bagus untukku. Tidak boleh dalam jumlah besar'," katanya.
Mantan Angelina Jolie tersebut menambahkan bahwa saat ini ia masih bisa menikmati beberapa gelas wine. Namun ia menyadari batasannya dan harus bersikap profesional untuk menjaga agar konsumsinya tidak berlebihan.
