Setelah Bertahun-tahun, Sekolah yang Dituding Lecehkan Paris Hilton Ditutup
Pemerintah negara bagian Utah mencabut izin operasional sekolah tersebut karena dinilai gagal memenuhi standar kesehatan dan keselamatan bagi para siswa.
Direktur Divisi Perizinan dan Pemeriksaan Latar Belakang Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Utah, Shannon Thoman-Black, mengatakan pihak sekolah juga dilarang mengajukan izin operasional baru selama lima tahun. Sementara itu, pemerintah akan terus melakukan inspeksi mingguan hingga proses penutupan selesai.
Meski begitu, Provo Canyon School masih memiliki waktu 15 hari untuk mengajukan sidang atau banding atas keputusan tersebut.
Kabar ini langsung disambut baik oleh Paris Hilton. Selama bertahun-tahun, ia menjadi salah satu penyintas yang paling vokal mengungkap dugaan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi yang terjadi di sekolah tersebut.
"Selama lebih dari lima puluh tahun, anak-anak menceritakan kisah-kisah pelecehan, penelantaran, dan trauma," kata Hilton dalam pernyataan yang dikutip The Guardian.
"Hari ini, negara bagian mengkonfirmasi apa yang telah diketahui para penyintas selama ini: Sekolah Provo Canyon telah gagal melindungi anak-anak yang berada di bawah pengawasannya," ucapnya.
Hilton juga mengenang pengalaman pahit yang dialaminya ketika menjalani pendidikan di sana pada era 1990-an.
"Saya adalah salah satu dari anak-anak itu. Saya tahu bagaimana rasanya menangis meminta bantuan dan percaya bahwa tidak ada yang akan datang. Hari ini, anak-anak yang masih berada di dalam fasilitas itu tahu bahwa akhirnya ada seseorang yang akan datang untuk melindungi mereka," ujarnya.
Baca juga: 5 Penyanyi Jadi Korban Sadis di Film Horor! |
Saat ini, Provo Canyon School berada di bawah kepemilikan baru dan beroperasi sebagai fasilitas perawatan psikiatri bagi remaja berusia 12 hingga 18 tahun. Namun, pihak sekolah menolak keputusan pencabutan izin tersebut.
"Kami tidak setuju dengan keputusan negara bagian untuk mencabut izin Kampus Springville Sekolah Provo Canyon dan sedang mengevaluasi semua opsi hukum dan administratif yang tersedia, termasuk banding," kata pihak sekolah dalam pernyataan yang dikutip CBS News.
"Prioritas kami tetap memberikan perawatan dan dukungan yang aman dan berkualitas tinggi bagi remaja dan keluarga mereka, dan kami tetap berkomitmen untuk melayani mereka yang membutuhkan," lanjut mereka.
Hilton pernah menghabiskan hampir satu tahun di Provo Canyon School. Dalam film dokumenternya yang dirilis pada 2020, ia mengaku mengalami kekerasan fisik, dipaksa mengonsumsi obat-obatan, hingga ditempatkan di sel isolasi sebagai bagian dari program perubahan perilaku.
Sejak mengungkap pengalamannya, Paris Hilton aktif mendorong perubahan regulasi terkait lembaga pendidikan berasrama di Amerika Serikat. Ia telah memberikan kesaksian di Kongres serta berbagai badan legislatif negara bagian, membantu lahirnya undang-undang perlindungan remaja di Utah dan 15 negara bagian lainnya.
Pada Juni lalu, ia juga kembali ke Provo Canyon School untuk mendukung dua keluarga yang menggugat sekolah tersebut atas dugaan perlakuan tidak adil terhadap anak-anak mereka.
