Indonesia Jadi Tuan Rumah Festival Video Anak ASEAN 2027

Atmi Ahsani Yusron
|
detikPop
Board Member Indonesia SEAVFC.
(Foto: dok. SEAVFC) Board Member Indonesia SEAVFC.
Jakarta - Momentum Hari Anak Indonesia 2026 atau Hari Anak Nasional ini makin meriah dengan pengumuman penyelenggaraan Southeast Asia Video Festival for Children (SEAVFC) atau Festival Video Anak ASEAN. Tahun depan, Indonesia akan jadi tuan rumah SEAVFC 2027!

Sejak peluncuran perdananya tahun 2017, SEAVFC sudah jadi wadah buat anak muda di kawasan Asia Tenggara dalam berkreasi dan menyalurkan ide lewat video yang dibuat khusus untuk anak. Acara ini juga ikut memperkenalkan budaya Indonesia ke negara tetangga hingga dunia.

Indonesia dipercaya jadi tuan rumah SEAVFC 2027 ini menjadi sebuah kebanggaan tersendiri. Terlebih karena setiap tahunnya selalu ada karya terbaik dari Indonesia yang mencuri perhatian di ranah ASEAN.

Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Ahmad Mahendra, M.Tr.A.P., menyatakan dukungannya. Menurut dia, kegiatan ini bisa menjadi penguatan kreativitas anak melalui media audiovisual, sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus pembinaan talenta generasi muda Indonesia.

Dalam keterangan resmi yang diterima detikcom pada Rabu (23/72026), Ahmad Mahendra menekankan pentingnya pengembangan kreativitas sejak usia dini sebagai investasi. Selain untuk melahirkan generasi yang memiliki kemampuan teknologi, juga nantinya mampu mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia melalui karya-karya kreatif yang berdaya saing di tingkat internasional.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Kementerian Kebudayaan dalam pelaksanaan sosialisasi, workshop, pendampingan, hingga proses kurasi karya peserta yang melibatkan sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, serta pelaku industri kreatif di berbagai daerah.

Board Member Indonesia SEAVFC.Board Member Indonesia SEAVFC. Foto: dok. SEAVFC

Praktisi penyiaran televisi sekaligus pemerhati program anak Liza Maria mengatakan momen Hari Anak Indonesia harus selalu bisa memberikan ruang yang lebih luas kepada anak-anak dalam mengembangkan bakat dan kreativitas melalui pendidikan nonformal.

"Di era digital seperti sekarang, anak-anak tidak hanya membutuhkan pendidikan formal, tetapi juga keterampilan kreatif seperti menulis cerita, membuat video, fotografi, editing, hingga storytelling. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting agar mereka mampu bersaing di era globalisasi," ujarnya dalam keterangan yang sama.

Menurut Liza, video kini menjadi media yang sangat dekat dengan kehidupan anak-anak. Sehingga baiknya dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar, berkarya, sekaligus menyampaikan gagasan dan memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia.

Dia menambahkan, anak-anak Indonesia seharusnya bisa lebih dari sekadar jadi penonton. Waktunya kini mereka jadi kreator.

"Kami ingin anak-anak tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi kreator yang mampu menghasilkan karya-karya positif, kreatif, dan membanggakan Indonesia. Festival ini memberi ruang bagi mereka untuk menyuarakan ide, harapan, dan kreativitas melalui media video," katanya.

SEAVFC merupakan festival video anak yang digagas Anak TV Foundation dari Filipina dan berdiri pada 2017 bertepatan dengan peringatan 50 tahun ASEAN. Selain ajang kompetisi, festival ini juga mencerminkan kolaborasi antarnegara ASEAN untuk mempererat persahabatan, memperkuat identitas budaya, serta mendorong lahirnya generasi muda yang kreatif dan inovatif melalui media audiovisual.

SEAVFC diselenggarakan setiap 20 November dalam rangka memperingati World Children's Day.

Sejak penyelenggaraan perdana pada 2017, Indonesia aktif berpartisipasi melalui koordinasi Board Member Indonesia, Niniek L. Karim. Festival telah berlangsung di Manila, Filipina (2017 dan 2018), Kamboja (2019), Malaysia (2024), dan Thailand (2025), sebelum akhirnya Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah pada 2027.

Tema SEAVFC 2027 nanti adalah Hear My Voice. Filosofinya adalah mengajak anak-anak menyampaikan suara, harapan, kepedulian, dan pandangan mereka terhadap kehidupan melalui karya video.

"Melalui tema Hear My Voice, kami ingin anak-anak memiliki keberanian untuk menyampaikan pandangan mereka. Orang tua, guru, dan masyarakat juga perlu memberikan ruang untuk mendengar suara anak sebagai bagian dari proses tumbuh kembang mereka," ujar Liza Maria selaku Asisten Board of Indonesia.

Untuk menjaga kualitas kompetisi, proses penjurian melibatkan profesional di bidang perfilman, penyiaran, pendidikan, dan industri kreatif.

Di Indonesia, proses kurasi dipimpin oleh Board Member Indonesia, Niniek L. Karim, bersama dewan juri yang terdiri dari Liza Maria sebagai praktisi penyiaran televisi dan pemerhati program anak, Sidi Saleh sebagai sutradara, produser film, dan sinematografer Indonesia, serta Judith J. Dipodiputro selaku Sekretaris Jenderal Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2024-2026.

Penilaian dilakukan berdasarkan beberapa kriteria. Pertama, kekuatan storytelling; lalu diikuti dengan orisinalitas, kreativitas, kualitas teknis produksi, serta nilai edukasi.

Dalam sejarah SEAVFC, nama Indonesia pernah harum. Pada penyelenggaraan 2024 di Malaysia bertema Friendship in Diversity, Indonesia meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 13-17 Tahun melalui film Tayan Tutu Anakku Satu produksi Indonesiana TV.

Karya dari Indonesia seperti Munigarim Kecil Sasak juga masuk sebagai finalis kategori Profesional Nonfiksi, Ako & Laut Episode 3: Monster Rawa pada kategori Aspiring Video Makers, serta Waktu Senja Kala Itu karya SMK Negeri 51 Jakarta pada kategori Children Video Makers.

Prestasi tersebut berlanjut pada SEAVFC 2025 di Thailand bertema Magic of Peace. Indonesia kembali meraih Juara I Kategori Profesional Fiksi Usia 8-12 Tahun melalui film Cipak Cipuk karya Studio Amara Kupang. Selain itu, Indonesia juga meloloskan sejumlah karya sebagai finalis, yakni Fajar dan Penjelajah Samudera dan Ada Hantu di Menara Merdu karya Balai Media Kebudayaan, Successor of Tradition: The Boys of Merangin karya Trans7, serta Kasih Paham (Make Them Understand) karya SD Global Mandiri Cibubur.

Lewat penyelenggaraan SEAVFC tahun depan, Indonesia ingin membangun ekosistem yang mampu melahirkan generasi kreatif di bidang videografi, animasi, penyutradaraan, penulisan naskah, penyuntingan video, hingga produksi konten digital.

(aay/mau)




TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO