Joshua Suherman: Jadi Ayah Harus Sigap, Bukan Cuma Cari Nafkah
Menurut Joshua, menjadi orang tua membuatnya lebih memahami pentingnya menjaga kenyamanan dan kesehatan kulit anak, termasuk dalam memilih popok yang tepat.
"Setelah punya anak, saya jadi belajar banyak. Dulu saya pikir penyebab ruam popok hanya karena telat mengganti popok atau menunggu sampai benar-benar penuh," ujarnya dalam talkshow Bersama Cegah Ruam Popok di Festival Gerakan Anti Ruam 2026 yang digelar di Mal Kelapa Gading 3, Jakarta.
"Ternyata sebagai orang tua kita harus lebih memahami kebutuhan kulit bayi dan memilih popok yang tepat," lanjutnya.
Joshua yang juga menjadi Brand Ambassador Baby Happy Body Fit mengatakan putranya yang kini hampir berusia dua tahun sedang aktif mengeksplorasi banyak hal. Karena itu, ia dan sang istri berusaha memastikan anak tetap nyaman saat beraktivitas.
"Sekarang anak saya sudah aktif sekali. Lagi senang belajar banyak hal, suka lagu-lagu, kendaraan, dan mulai belajar bahasa Inggris. Aktivitasnya tinggi, jadi sebagai orang tua kami ingin memastikan dia tetap nyaman saat beraktivitas," tuturnya.
Meski melihat putranya mulai tertarik pada musik, Joshua belum ingin menentukan arah masa depan sang anak.
"Kalau saat ini saya belum memikirkan anak saya nantinya mau jadi seperti saya atau yang lain. Yang jelas saya sebagai ayah harus menjadi ayah yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak," katanya.
Kehadiran Joshua menjadi bagian dari Gerakan Anti Ruam 2026 yang digelar Baby Happy dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional. Tahun ini, program tersebut menargetkan edukasi kepada 50.000 ibu dan bayi di Indonesia tentang pentingnya menjaga kesehatan kulit anak.
Senior Brand Manager Baby Happy, Fransisca Vania Harista, mengatakan kampanye ini merupakan komitmen perusahaan untuk terus mendampingi keluarga Indonesia melalui edukasi yang lebih luas.
"Menyadari kenyamanan anak merupakan bagian penting dari tumbuh kembang yang optimal, Baby Happy berkomitmen meneruskan kampanye Gerakan Anti Ruam sebagai edukasi berkelanjutan bagi orang tua," ujar Vania.
Setelah dibuka di Jakarta, Gerakan Anti Ruam 2026 akan berlanjut ke 10 kota besar di Indonesia dengan menggandeng tenaga kesehatan di 450 posyandu, 180 puskesmas, dan 20 rumah sakit di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, dan beberapa kota di Sumatera.
