×
Ad

Influencer TikTok Diduga Sewa Pembunuh Bayaran untuk Eks Member Why Don't We

Dicky Ardian - detikPop
Sabtu, 23 Mei 2026 11:30 WIB
Ilustrasi Pembunuhan (Foto: Getty Images/Rich Legg)
Jakarta -

Influencer TikTok Gabbie Gonzalez, ditangkap setelah diduga terlibat dalam rencana pembunuhan bayaran terhadap mantan personel Why Don't We, Jack Avery.

Kreator konten berusia 24 tahun itu diamankan di California Utara pekan lalu. Gabbie sendiri dikenal lewat konten seputar traveling, gaya hidup, dan kehidupan sebagai ibu muda di TikTok.

Menurut laporan penahanan, Gabbie ditahan di Penjara Humboldt County, Eureka, pada 15 Mei sebelum akhirnya didakwa di Los Angeles County bersama ayahnya, Francisco Gonzalez, serta instruktur selancar asal Hawaii bernama Kai Cordrey.

Ketiganya didakwa terkait dugaan konspirasi pembunuhan bayaran yang disebut bermula dari konflik hak asuh anak antara Gabbie dan Jack Avery.

Penyelidik menyebut Francisco Gonzalez yang berprofesi sebagai pengacara di Miami diduga sangat terlibat dalam perselisihan tersebut. Ia bahkan disebut berupaya "mendiskreditkan, memantau, dan menyingkirkan" Avery dari keluarga mereka.

Dalam dokumen penyelidikan, seorang saksi mengklaim Francisco pernah mengatakan, "Akan lebih murah jika Avery mati."

Sementara itu, Kai Cordrey diduga mulai ikut terlibat sekitar Maret 2021. Jaksa menyebut Francisco sempat berdiskusi dengannya soal menyewa seseorang untuk mengintimidasi atau melecehkan Avery.

Gabbie juga dituduh beberapa kali menyebut Avery sebagai ayah yang tidak layak dan berbahaya bagi anak mereka. Ia bahkan disebut pernah membahas keinginannya agar penyanyi tersebut meninggal dunia.

Menurut dokumen pengadilan, Gabbie dan Cordrey diduga mendiskusikan penggunaan dark web serta Bitcoin untuk mengatur aksi pembunuhan tersebut. Mereka bahkan disebut mempertimbangkan skenario kematian Avery agar terlihat seperti kecelakaan mobil.

Penyelidik juga menemukan transaksi sebesar 10 ribu dolar AS atau sekitar Rp 177 juta dari Francisco kepada Cordrey melalui aplikasi pembayaran Square pada 2021.

Pembayaran tersebut diduga disamarkan sebagai jasa pengembangan website, meski Cordrey mengaku pekerjaan itu sebenarnya tidak pernah dilakukan.

Dalam penyelidikan lanjutan, agen federal kemudian menyamar sebagai pembunuh bayaran demi mengumpulkan bukti tambahan.

Francisco disebut menggunakan bahasa kode saat berbicara dengan agen rahasia tersebut, termasuk membahas pembayaran Bitcoin dan biaya lanjutan.

Kasus ini sebenarnya sempat disinggung Jack Avery saat tampil di podcast The Zach Sang Show pada September 2025. Saat itu, Avery mengaku pernah didatangi dua agen FBI yang memperingatkan bahwa ada seseorang yang mencoba membunuhnya.

"Seseorang menyewa orang untuk membunuh saya," ujar Avery kala itu.

Meski tidak menyebut nama tersangka, Avery juga sempat membahas hubungan rumitnya dengan ibu dari anaknya dalam wawancara tersebut.

Namun, ia tetap menyebut Gabbie sebagai "ibu yang hebat" dan mengatakan mereka sedang berusaha memperbaiki hubungan demi anak mereka.

Sebagai informasi, Why Don't We merupakan boyband Amerika yang aktif sejak 2016 hingga 2022.

Grup tersebut merilis dua album studio, yaitu 8 Letters dan The Good Times And The Bad Ones sebelum akhirnya vakum akibat konflik hukum dengan mantan manajemen mereka.



Simak Video "Video Densus 88: Terduga Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Kerap Akses 'Dark Web'"

(dar/wes)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork