Film lokal kembali jadi sorotan tapi bukan gegara prestasinya namun masalah yang terjadi pada salah satu cast yakni Safira Ratu Sofya.
Rumah produksi HAS Pictures milik Haldy Sabri dan Irish Bella resmi melayangkan somasi kepada aktris tersebut karena ia enggan terlibat dalam kegiatan promosi film terbarunya yang bertajuk Dosa Penebusan atau Pengampunan.
Sebelum masuk ke dalam masalah tersebut, kita bahas dulu mengenai film tersebut. Dosa Penebusan atau Pengampunan merupakan film debut dari Sondang Pratama. Film bergenre horror/gore ini disebut-sebut menampilkan banyak sekali adegan yang penuh dengan darah.
Sinopsis
Film ini mengisahkan tentang Bima (Riza Irsyadillah) dan istrinya, Ersya (Ratu Sofya), nekat berangkat ke luar kota meski sang ibu, Nungki (Dominique Sanda), telah melarang karena firasat buruk.
Ersya bahkan tega mencekoki Nungki dengan obat tidur. Namun, perjalanan itu berubah menjadi petaka saat mobil mereka mengalami kecelakaan hebat di wilayah perbukitan akibat berpapasan dengan Nanang (Revaldo), seorang supir truk ugal-ugalan.
Terdampar dalam kondisi luka-luka, Bima dan Ersya terpaksa bermalam di sebuah hotel tua misterius yang dijaga oleh resepsionis dingin bernama Sheren (Jennifer Eve).
Pencarian bantuan itu justru mengantar Bima dan Ersya pada serangkaian kejadian teror yang mengaburkan batas antara realita dan mimpi buruk.
Di hotel tersebut, mereka tidak hanya bertemu kembali dengan Nanang, tetapi juga mulai dihantui oleh penampakan mengerikan dan pesan-pesan misterius yang mengarah pada dosa masa lalu.
Semakin Bima berusaha menyelamatkan istrinya dari siksaan sosok algojo tak kasat mata, kaitan antara kecelakaan, hotel, dan rahasia kelam mereka, semakin terungkap jelas.
Kasus Hukum
Perwakilan dari HAS Pictures, Reza Aditya, mengungkapkan bahwa absennya salah satu pemeran utama ini sangat berdampak bagi pihak manajemen, terlebih film tersebut dijadwalkan tayang pada 11 Juni 2026.
"Ada permasalahan soal film kita yang akan rilis yang berjudul Dosa Penebusan atau Pengampunan. Apa masalahnya? Salah satu peran utama dari kita, dari film ini, tidak ikut promo di kita dan itu jelas merugikan kita dari PH," ujar Reza Aditya saat memberikan keterangan di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.
Reza menjelaskan bahwa alasan utama Ratu Sofya enggan ikut serta dalam rangkaian promosi adalah karena rasa kurang nyaman terhadap materi film itu sendiri.
"Jadi, saudari RS ini enggan ikut promo karena saudari RS ini bilang dia kurang nyaman dengan film ini," tuturnya.
Masalah ini semakin memanas setelah pernyataan Ratu Sofya dalam sebuah tayangan podcast menjadi viral. Di dalam podcast tersebut, ia menyinggung adanya sex scene (adegan dewasa) dan mengklaim pihak produksi tidak menyediakan body double (pemeran pengganti).
Terkait klaim rasa tidak nyaman tersebut, pihak produksi langsung membantahnya. Reza menilai situasi di lapangan selama proses produksi berjalan dengan sangat kondusif dan menyenangkan.
"Padahal sebelum masalah ini terjadi, saudari RS ini dari awal proses casting, dari reading, dan dari proses syuting, dia sangat fun dan sangat nyaman di lokasi syuting. Dan tidak ada keresahan yang kita terima, tidak ada komplain yang kita terima juga," beber Reza.
Mengenai keberadaan adegan 17+ tersebut, Reza membenarkan hal itu ada dalam naskah, tetapi ia menekankan bahwa visualisasinya sama sekali tidak diekspos secara vulgar atau berlebihan.
"RS ini yang lempar isu kalau memang ada adegan sex scene di film kita. Memang benar, tapi kita juga tidak mengekspos itu secara berlebihan karena bukan cuma itu yang mau ditampilkan. Ada filosofinya, ada ceritanya," tegas Reza.
Melalui kuasa hukumnya, Taqwa, HAS Pictures menyatakan bahwa tindakan Ratu Sofya yang mangkir dari jadwal promosi baik di media sosial pribadi maupun kegiatan bersama tim-telah menimbulkan kerugian besar.
Mengingat kontrak kerja ditandatangani oleh sang ayah, Sofyan Hasan, Ratu Sofya dinilai wajib memenuhi poin-poin yang sudah disepakati.
Sebelum somasi ini akhirnya dilayangkan, kedua belah pihak sempat mengadakan pertemuan tatap muka. Namun, diskusi tersebut berakhir buntu tanpa menghasilkan solusi, sehingga HAS Pictures menuntut agar Ratu Sofya segera melaksanakan kewajibannya mempromosikan film tersebut sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Simak Video "Video: Peringatan Somasi dari Hamish Daud untuk Para Penebar Isu Miring"
(ass/tia)