Limited series produksi FX berjudul Love Story: John F. Kennedy Jr. & Carolyn Bessette mengeksplorasi dampak psikologis yang dialami pasangan tersebut setelah kematian tragis Putri Diana pada 31 Agustus 1997.
Episode kedelapan dari serial ini menggambarkan bagaimana insiden di Paris tersebut memicu ketakutan mendalam bagi Carolyn Bessette terkait kejaran media paparazi.
Dalam drama tersebut, Carolyn Bessette yang diperankan oleh Sarah Pidgeon diperlihatkan menerima kabar duka melalui panggilan telepon dari saudarinya, Lauren. Narasi film menunjukkan Carolyn teringat momen saat ia menghadiri pemakaman Gianni Versace di Milan pada Juli 1997, saat ia duduk di belakang Putri Diana.
Catatan sejarah mengonfirmasi Carolyn Bessette dan Putri Diana memang merupakan dua dari 2.000 tamu yang hadir dalam pemakaman di Katedral Milan tersebut. Meskipun begitu, tidak ada bukti yang menunjukkan keduanya sempat berinteraksi secara pribadi dalam acara tersebut.
Ketakutan Carolyn Bessette terhadap media yang digambarkan dalam serial tersebut didasarkan pada kesaksian orang-orang terdekatnya di kehidupan nyata. RoseMarie Terenzio, asisten pribadi JFK Jr., pernah mengungkapkan Carolyn merasa ngeri dengan nasib yang menimpa Putri Diana.
"Carolyn merasa ngeri dengan kematian Diana. Dia merasa takut bahwa sekarang media akan lebih fokus kepada mereka karena sosok Diana sudah tidak ada lagi," kata RoseMarie Terenzio dalam sebuah wawancara.
Dalam salah satu adegan serial, karakter Carolyn Bessette mengungkapkan keputusasaannya melihat bagaimana media memperlakukan Putri Diana hingga akhir hayatnya.
"Mereka membunuhnya. Dia sudah melakukan segalanya dengan benar, berpose untuk setiap foto, memberikan semua yang mereka inginkan, dan mereka tetap membunuhnya. Ini mengerikan. Dia adalah putri mereka, tetapi mereka memperlakukannya seperti mangsa," ujar Carolyn dalam dialog serial tersebut.
Berbeda dengan Carolyn Bessette yang mengalami syok, karakter John F. Kennedy Jr. yang diperankan oleh Paul Anthony Kelly digambarkan memberikan reaksi yang lebih tertutup. John diceritakan menghindari liputan media karena peristiwa tersebut membangkitkan trauma masa kecilnya saat sang ayah, Presiden John F. Kennedy, tewas dalam pembunuhan yang disiarkan secara masif.
John dikisahkan lebih mengkhawatirkan masa depan Pangeran William dan Pangeran Harry yang harus kehilangan orang tua di bawah sorotan kamera. Hal ini merujuk pada pertemuan nyata antara JFK Jr. dan Putri Diana pada Desember 1995 di sebuah griya tawang di New York City.
Pertemuan tersebut dilakukan agar John bisa membujuk Diana untuk tampil sebagai model sampul majalah politik miliknya, George. Mantan sekretaris pribadi Diana, Patrick Jephson, menyatakan meskipun tidak ada hubungan romantis, ada rasa simpati yang tumbuh di antara keduanya karena sama-sama menjadi objek pengamatan publik sejak kecil.
Peringatan mengenai bahaya media juga sempat dikirimkan oleh Putri Diana melalui sebuah surat kepada JFK Jr. pada Februari 1997, hanya beberapa bulan sebelum kematiannya. Dalam surat tersebut, Diana menolak tawaran untuk tampil di majalah namun memberikan pesan dukungan untuk John dan Carolyn.
"Saya berharap media membiarkan Anda dan Carolyn dengan tenang. Saya tahu betapa sulitnya hal itu, tetapi percayalah, paparazi yang paling buruk ada di sini, di Eropa," tulis Putri Diana dalam surat terakhirnya kepada John F. Kennedy Jr.
Simak Video "Surat Ungkapan Raja Charles Seusai Kepergian Putri Diana di 1997"
(ahs/tia)