Pesan Terakhir Eric Dane untuk Anak, Dirilis Netflix Sehari Setelah Meninggal

Dicky Ardian
|
detikPop
BRENTWOOD, CA - JUNE 03: Eric Dane, Billie Beatrice Dane, Rebecca Gayheart-Dane and Georgia Dane attend the 16th Annual Chrysalis Butterfly Ball on June 03, 2017 in Brentwood, California. (Photo by JB Lacroix/WireImage)
Eric Dane dan keluarga. (Foto: WireImage/JB Lacroix)
Jakarta - Layanan streaming Netflix resmi merilis wawancara terakhir Eric Dane sebagai bagian dari serial dokumenter Famous Last Words, guys. Yang bikin hati makin nyesek, perilisan ini dilakukan hanya sehari setelah aktor Grey's Anatomy tersebut dinyatakan meninggal dunia.

Eric Dane mengembuskan napas terakhirnya pada Kamis (19/2) di usia 53 tahun. Aktor yang dikenal luas lewat peran ikonik Dr. Mark Sloan di Grey's Anatomy itu berpulang setelah berjuang melawan penyakit ALS atau Amyotrophic Lateral Sclerosis yang didiagnosis sekitar 10 bulan lalu.

Melansir Variety, Minggu (22/2/2026) wawancara ini direkam berdasarkan kesepakatan khusus antara Dane dan tim produksi. Rekaman tersebut memang baru diizinkan tayang ke publik setelah sang aktor wafat.

Dalam video itu, Dane menyampaikan pesan emosional yang ditujukan langsung kepada dua putrinya, Billie dan Georgia, sambil merangkum perjalanan hidupnya yang penuh naik turun.

"Pesan ini untuk kalian. Ayah sudah mencoba. Terkadang Ayah tersandung, tapi Ayah selalu mencoba. Secara keseluruhan, kita melewati masa-masa yang menyenangkan, bukan?" ujar Dane di depan kamera.

Dalam wawancara tersebut, Eric Dane menitipkan empat pelajaran hidup penting. Pertama, ia mengingatkan anak-anaknya untuk benar-benar hidup di masa sekarang, sesuatu yang ia pelajari secara paksa lewat penyakit yang dideritanya setelah bertahun-tahun terjebak penyesalan.

"Masa lalu berisi penyesalan, masa depan tetap tidak diketahui. Jadi, kalian harus hidup untuk saat ini. Hargailah setiap momen," ungkapnya.

Pesan kedua menyentuh soal passion. Dane mendorong putrinya untuk jatuh cinta pada sesuatu yang membuat mereka bersemangat menjalani hari.

"Hal kedua, jatuh cintalah, tak mesti jatuh cinta pada seseorang, walaupun aku juga merekomendasikannya. Tapi jatuh cintalah pada sesuatu. Temukan passionmu, kebahagiaanmu. Carilah hal yang membuatmu bersemangat untuk memulai dan menjalani hari," tuturnya.

Ia mengakui kecintaannya pada dunia akting menjadi salah satu hal yang menyelamatkannya di masa-masa tergelap hidupnya.

Pelajaran ketiga berkaitan dengan pertemanan. Dane mengingatkan pentingnya bijak memilih orang-orang yang ada di sekitar. Sementara pesan terakhirnya berbicara tentang kegigihan dan martabat dalam menghadapi hidup, bahkan di saat tubuhnya perlahan melemah.

"Jangan pernah menyerah. Berjuanglah sampai napas terakhirmu. Penyakit ini perlahan mengambil tubuhku, tapi tidak akan pernah bisa mengambil jiwaku," tegas aktor yang juga membintangi serial Euphoria tersebut.

Kepergian Eric Dane meninggalkan duka mendalam di industri televisi. Kreator Grey's Anatomy, Shonda Rhimes, turut memberikan penghormatan dengan menyebut Dane sebagai aktor berbakat yang meninggalkan jejak kuat bagi penonton di seluruh dunia.

Sebagai informasi, ALS adalah penyakit saraf progresif yang menyebabkan kelumpuhan otot secara bertahap. Meski penyakit ini menghentikan kariernya di depan kamera, Eric Dane memilih menutup bab terakhir hidupnya dengan pesan penuh makna yang kini bisa disaksikan publik lewat Netflix.


(dar/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO