Round Up
Mau Memaafkan, Wardatina Mawa Susah Lupa Perselingkuhan Insanul-Inara
Di tengah proses hukum yang masih berjalan, Mawa ditanya soal kemungkinan berdamai, apalagi momen ini bertepatan dengan bulan Ramadan yang identik dengan saling memaafkan. Ia mengakui bahwa di bulan puasa, memaafkan memang menjadi hal yang dianjurkan.
"Oh kalau soal itu ini mungkin di bulan puasa, namanya ya kita kan harus saling memaafkan ya," kata Wardatina Mawa di Polda Metro Jaya, kemarin.
Meski begitu, Mawa menegaskan keputusan untuk berdamai tidak bisa serta-merta dilakukan. Semua bergantung pada sikap Insanul Fahmi. Ia mengaku masih sangat berat menerima dugaan perselingkuhan tersebut.
"Tapi balik lagi, tergantung dianya kayak gimana. Dan saya berusaha, berusaha memaafkan karena, sangat sulit untuk melupakan peristiwa kejadian yang sudah mereka lakukan," ungkapnya.
Saat ditanya lebih jauh soal kondisi dirinya saat ini, Mawa memilih tidak banyak bicara dan hanya meminta doa dari publik.
"Mohon doanya ya," tuturnya.
Di tengah tekanan persoalan hukum dan rumah tangga, Wardatina Mawa mengaku kini fokus menjalani aktivitas sehari-hari dan memberikan perhatian penuh untuk anaknya. Baginya, memastikan sang anak tetap mendapatkan yang terbaik menjadi prioritas utama di situasi yang sedang dihadapi.
(dar/wes)











































