Kristen Stewart Ogah Lama-lama Tinggal di AS Selama Trump Berkuasa
"Mungkin tidak. Saya tidak bisa bekerja dengan bebas di sana. Tetapi saya tidak ingin menyerah sepenuhnya. Saya ingin membuat film di Eropa dan kemudian menayangkannya di Amerika," kata Kristen Stewart dikutip dari Variety, Selasa (29/1/2026).
Ia menilai situasi di AS di bawah Trump terasa kacau, tapi tetap ingin mengambil sisi positifnya.
"Realitas benar-benar hancur di bawah Trump. Tetapi kita harus mengambil pelajaran darinya dan menciptakan realitas yang ingin kita jalani," tuturnya.
Baca juga: James Cameron Tinggalkan AS: Kacau Total |
Kristen Stewart juga punya 'sejarah' dengan Trump sejak 2012, saat Trump sempat mencuit soal kehidupan pribadinya dan menyuruh Robert Pattinson meninggalkannya.
"Dia gila kepada saya beberapa tahun yang lalu, benar-benar terobsesi dengan saya beberapa tahun yang lalu, yang sungguh gila," kata Stewart.
"Saya bahkan tidak bisa memahaminya. Saya benar-benar tidak bisa memahaminya. Itu adalah konsep yang sangat aneh sehingga saya tidak ingin percaya bahwa itu benar-benar terjadi. Itu gila."
Kristen Stewart bukan satu-satunya selebritas yang merasa nggak betah di AS. Beberapa artis lain seperti Ellen DeGeneres dan Rosie O'Donnell juga memilih angkat kaki. Bahkan James Cameron, sutradara Avatar, mengaku kemungkinan besar nggak akan kembali ke Amerika dan lebih memilih tinggal di Selandia Baru.
"Saya tidak di sana untuk pemandangan, saya di sana untuk kewarasannya."
"Kalau menurut kamu lebih enak tinggal di mana? Tempat yang benar-benar percaya pada sains dan waras, dan di mana orang-orang dapat bekerja sama secara kohesif untuk mencapai tujuan bersama, atau tempat di mana semua orang saling bermusuhan, sangat terpolarisasi, memunggungi sains, dan pada dasarnya akan berada dalam kekacauan total jika pandemi lain muncul?"
Nada serupa juga datang dari Rosie O'Donnell. Ia menegaskan belum mau pulang ke AS selama situasi politik masih seperti sekarang.
"Dengan iklim politik saat ini, kapan akan aman untuk kembali bersama anak saya? Saya tidak akan memaksakannya sebelum pemerintahan ini benar-benar berakhir, dan mudah-mudahan dimintai pertanggungjawaban atas kejahatan mereka."
(dar/wes)











































