Round Up

Monica Lewinsky Masih Kena Cancel Culture Imbas Skandal dengan Bill Clinton

Dicky Ardian
|
detikPop
Monica Lewinsky at the 2025 Vanity Fair Oscar Party Hosted By Radhika Jones held at Wallis Annenberg Center for the Performing Arts on March 02, 2025 in Beverly Hills, California. (Photo by Christopher Polk/Variety via Getty Images)
Monica Lewinsky. Foto: Christopher Polk/Variety via Getty Images
Jakarta - Monica Lewinsky membuka lagi kisah ketenaran yang gak pernah diinginkannya. Hal ini karena, perselingkuhan dengan eks Presiden Amerika Serikat Bill Clinton terbongkar

Hubungan tersebut lebih dari 30 tahun terjadi. Tapi aktivis yang saat ini berusia 52 tahun itu, ternyata masih merasakan imbas dari hinaan publik.

Dalam wawancara dengan surat kabar Inggris The Times, Lewinsky menyebut kisahnya sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan.

Dalam ceritanya, Lewinsky, kala itu menjadi pekerja magang di Gedung Putih, menjalin hubungan dengan Clinton yang berusia 27 tahun lebih tua darinya. Menurut laporan The Times, Lewinsky mengira jatuh cinta pada politisi tersebut.

"Diri saya yang berusia 22 hingga 24 tahun mengalami hal-hal ini, percaya bahwa hal-hal ini ada. Saya masih tahu bahwa ada emosi yang nyata di sana," ujarnya.

Saat skandal itu diketahui banyak orang, Clinton yang kala itu berusia 49 tahun sempat membantah hubungan dengan Lewinsky.

Namun ketika Bill Clinton menyatakan, "Saya tidak berhubungan seks dengan wanita itu," Lewinsky mengatakan ia harus menanggung beban besar dari cara peristiwa itu berkembang.

"Itu adalah bentuk gaslighting," katanya.

"Saya rasa itulah yang saya alami dalam skala yang cukup besar. Itu sangat menghancurkan," kata Lewinsky.

Rincian hubungan mereka kemudian dipublikasikan dalam Laporan Starr, laporan pemerintah federal yang dibuat oleh penasihat independen Ken Starr. Sejak saat itu, Lewinsky mengaku dipermalukan selama bertahun-tahun setelah perselingkuhan tersebut menjadi sorotan dunia.

Skandal tersebut juga menyeret Clinton ke sidang pemakzulan pada Desember 1998. Meski begitu, ia akhirnya dibebaskan dari tuduhan.

Sorotan media yang masif membuat Lewinsky sempat berada di titik terendah dalam hidupnya. Ia bahkan mengaku pernah mempertimbangkan untuk mengakhiri hidup.

Lewinsky mengatakan kepada The Times, "penghinaan publik itu sangat menyakitkan, hidup hampir tak tertahankan."

Meski hampir kehilangan segalanya, Lewinsky merasa Clinton justru lebih mudah lolos dari kritik publik dibandingkan dirinya.

"Saya sudah hampir 30 tahun tidak berbicara dengannya dan saya tidak tahu bagaimana keadaan batinnya," katanya.

"Saya rasa dia lebih banyak melarikan diri daripada saya," ujarnya.


(wes/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO