Punya Riwayat Gangguan Mental, Anak Rob Reiner Pernah 18 Kali Direhab

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
HOLLYWOOD, CALIFORNIA - APRIL 11: Rob Reiner, wife Michele Singer and daughter Romy Reiner attend  the 2019 TCM Classic Film Festival Opening Night Gala And 30th Anniversary Screening Of When Harry Met Sally - Arrivals at TCL Chinese Theatre on April 11, 2019 in Hollywood, California. (Photo by Joe Scarnici/Getty Images)
Rob Reiner dan istrinya. Getty Images/Joe Scarnici
Jakarta - Putra sutradara Rob Reiner, Nick Reiner, tengah menghadapi dakwaan berat atas pembunuhan kedua orang tuanya sendiri. Fakta-fakta baru mengenai kondisi kesehatan mental Nick Reiner mulai terungkap.

Ternyata, pria berusia 32 tahun tersebut pernah berada di bawah pengawasan hukum atau konservatori kesehatan mental selama periode 2020 hingga 2021.

Berdasarkan catatan Pengadilan Tinggi Los Angeles, Nick Reiner dikategorikan sebagai individu dengan gangguan mental serius yang membutuhkan perawatan khusus melalui jalur hukum L.P.S.

Steven Baer, sosok yang pernah ditunjuk sebagai wali hukum Nick, angkat bicara mengenai kondisi kesehatan mental yang kerap dianggap remeh oleh banyak orang.

"Penyakit mental adalah epidemi yang sering kali disalahpahami dan apa yang terjadi saat ini adalah sebuah tragedi yang sangat mengerikan," ujar Steven Baer, dilansir dari People, Jumat (16/1/2026).

Jauh sebelum peristiwa berdarah ini terjadi, Nick Reiner memang sudah blak-blakan soal perjuangannya melawan kecanduan obat-obatan terlarang sejak masih remaja.

Nick Reiner bahkan tercatat pernah 18 kali masuk panti rehabilitasi. Kisah kelam ini pun sempat diangkat ke layar lebar melalui film semi-autobiografi berjudul Being Charlie pada tahun 2015, yang ia kerjakan bersama mendiang ayahnya.

Dalam sebuah wawancara lama, Rob Reiner sempat mencurahkan penyesalannya mengenai cara ia menangani masalah kecanduan yang dialami sang putra di masa lalu.

"Saya melakukan kesalahan karena tidak mengikuti insting dan perasaan saya. Saya mengenal Nick jauh lebih baik daripada pakar mana pun yang belum pernah bertemu dengannya," kenang mendiang Rob Reiner dalam sebuah wawancara tahun 2016.

Rob merasa sistem rehabilitasi yang ada saat itu justru terasa seperti hukuman bagi anak-anak yang sebenarnya sedang butuh pertolongan medis dan emosional.

"Jika seseorang sedang berjuang dan mengalami kesulitan, kamu tidak seharusnya menghukum mereka karena hal itu. Saya merasa banyak program rehabilitasi justru membuat anak merasa dihukum, dan menurut saya itu bukan jalan yang baik," terangnya.

Namun, di sisi lain, Nick justru merasa ada jurang pemisah antara dirinya dan kedua orang tuanya. Ia mengaku sulit untuk terbuka kepada orang tuanya saat masih remaja karena merasa tidak ada yang mau mendengarkan suaranya.

"Saya tidak pergi ke mereka berdua (untuk bercerita) karena tidak ada dari mereka yang percaya pada sepatah kata pun yang saya ucapkan," tutur Nick kala itu.

Kini, Nick Reiner telah resmi ditahan sejak Desember 2025 atas tuduhan menikam kedua orang tuanya hingga tewas di kediaman mereka di Los Angeles. Ia didakwa dengan dua pasal pembunuhan tingkat pertama dengan keadaan khusus. Hingga saat ini, Nick masih menunggu proses persidangan selanjutnya untuk memberikan pembelaan secara resmi.


(ahs/ass)

TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO