Julio Iglesias Dituding Lakukan Pelecehan Seksual, Pemerintah Spanyol Turun Tangan
Kasus ini mencuat ke publik setelah investigasi bersama selama tiga tahun yang dilakukan oleh jaringan televisi Univision Noticias dan media Spanyol elDiario.es. Laporan tersebut mengungkap dugaan pelecehan seksual yang terjadi pada 2021, saat Iglesias berusia 77 tahun.
Mengutip NME, Kamis (15/1/2026), belasan mantan staf memberikan kesaksian yang menggambarkan lingkungan kerja di sekitar Iglesias sebagai tempat yang penuh intimidasi dan pelecehan yang seolah dinormalisasi.
Dua perempuan yang menggunakan nama samaran Rebecca dan Laura membeberkan pengalaman mengejutkan selama bekerja untuk sang legenda musik.
Rebecca mengklaim Julio Iglesias kerap memanggilnya ke kamar pribadi di akhir jam kerja dan menyentuhnya secara tidak pantas tanpa persetujuan. Ia juga menyebut perlakuan itu beberapa kali dilakukan di hadapan karyawan lain, hingga membuatnya merasa diperlakukan seperti seorang budak.
Sementara itu, Laura mengaku pernah dicium paksa di bagian mulut dan diraba oleh Iglesias. Keduanya sepakat bahwa selama bekerja mereka berada dalam atmosfer kontrol yang menyesakkan dan pelecehan yang terus-menerus.
Investigasi elDiario.es menyebut kesaksian kedua perempuan ini konsisten selama lebih dari satu tahun wawancara dan diperkuat oleh bukti dokumenter yang luas, mulai dari log panggilan, pesan WhatsApp, catatan medis, hingga dokumen visa.
Tak hanya itu, terungkap pula proses rekrutmen staf Iglesias diduga menargetkan perempuan muda dengan kewajiban mengirimkan foto wajah dan seluruh tubuh. Setibanya di lokasi kerja, para pelamar mengaku langsung dicecar pertanyaan tidak pantas soal preferensi seksual mereka.
Hingga saat ini, pihak Julio Iglesias maupun kuasa hukumnya belum memberikan tanggapan meski telah dihubungi berkali-kali melalui berbagai saluran komunikasi.
Skandal ini pun memicu reaksi keras di Spanyol dan menyeret pemerintah ke dalam pusaran polemik. Kepala pemerintahan wilayah Madrid, Isabel Diaz Ayuso, secara terbuka membela Iglesias melalui media sosial. Ia menyatakan Madrid tidak akan ikut berkontribusi dalam upaya mendiskreditkan artis yang dianggapnya sebagai penyanyi paling universal.
Namun, sikap berbeda datang dari Menteri Tenaga Kerja Spanyol, Yolanda Diaz. Ia menyebut tuduhan tersebut sangat mengerikan dan menegaskan bahwa laporan tersebut menggambarkan situasi penyerangan seksual serta kondisi kerja yang menyerupai perbudakan modern.
Di sisi lain, seorang rekan kerja yang disebut hadir di lokasi kejadian justru membantah tuduhan Rebecca. Ia menyatakan hanya memiliki rasa syukur dan kekaguman terhadap Iglesias, yang menurutnya adalah sosok pria yang sangat menghormati perempuan.
(dar/dar)











































