Donald Trump Tolak Mentah-mentah Permohonan Ampun P Diddy
Hal itu diungkap langsung oleh Trump dalam wawancara dua jam bersama New York Times. Meski begitu, permintaan tersebut ternyata tak digubris.
"Dia meminta pengampunan kepada saya," ujar Trump dilansir Variety, Jumat (9/1/2026).
Trump mengatakan permintaan itu dikirim melalui surat, bahkan sempat menawarkan untuk memperlihatkan surat tersebut kepada wartawan. Namun, niat itu urung dilakukan. Ia juga menegaskan sama sekali tidak mempertimbangkan permintaan tersebut.
Saat ini, P Diddy tengah menjalani hukuman 50 bulan penjara terkait kasus prostitusi. Meski langkahnya memicu kontroversi, permintaan pengampunan ini sebenarnya bukan hal yang terlalu mengejutkan.
Trump sebelumnya memang pernah membebaskan sejumlah nama besar, termasuk narapidana kasus serangan 6 Januari 2021 hingga mantan presiden Honduras, Orlando Hernandez.
Menariknya, hubungan pribadi Trump dan P Diddy disebut ikut memengaruhi situasi ini. Keduanya pernah cukup akrab sebelum Trump terjun ke dunia politik.
"Saya sangat berteman dengannya... saya akur dengannya dan dia terlihat seperti orang baik," ujar Trump kepada Newsmax pada 2025.
Namun, suasana berubah drastis saat Trump maju dalam kontestasi politik. Hubungan mereka memburuk dan berubah jadi penuh ketegangan.
"Ketika saya mencalonkan diri, (kami) sangat bermusuhan."
Bahkan pada Oktober 2025, Trump sempat menyindir P Diddy secara terbuka.
"Saya memanggilnya Puff Daddy; dia telah meminta saya untuk pengampunan... ketika seseorang membuat pernyataan buruk, itu membuatnya lebih sulit," katanya.
Permusuhan itu sudah terlihat sejak 2020. Saat itu, P Diddy melontarkan pernyataan keras yang menyerang Trump dan mengatakan, "pria kulit putih seperti Trump perlu disingkirkan."
(dar/ass)











































