Pangeran Harry Bongkar Persaingan Sengit di Keluarga Kerajaan Saat Akhir Tahun
Harry menceritakan momen kepulangannya dari perjalanan ke Kutub Selatan pada 2013, tepat saat liburan Natal di Sandringham. Ia mengaku berusaha menjaga ketenangan yang diperolehnya selama perjalanan, namun ketegangan tetap muncul karena dinamika keluarga.
"Saya berkata pada diri sendiri untuk memanfaatkan situasi ini sebaik mungkin, menggunakan waktu ini untuk melindungi ketenangan yang telah saya raih di Kutub Utara," tulis Harry. dilansir detikcom pada Kamis (1/1/2026).
Salah satu penyebab konflik, menurut Harry, adalah Court Circular-dokumen tahunan yang mencatat kegiatan resmi setiap anggota keluarga kerajaan. Dokumen ini diterbitkan secara rutin di Istana St. James dan dicetak di media seperti The Times, The Daily Telegraph, dan The Scotsman.
"Hard drive saya telah dibersihkan. Sayangnya, keluarga saya pada saat itu terinfeksi oleh beberapa malware yang sangat menakutkan," lanjut Harry.
Ia juga menyebut Court Circular sebagai "malware" yang memperkuat persaingan. Harry menilai dokumen tersebut telah menjadi arena saling serang. Anggota keluarga kerajaan tampak terobsesi mencatat kegiatan resmi sebanyak mungkin, bahkan memasukkan interaksi publik yang sebenarnya bukan kegiatan resmi.
"Semuanya berdasarkan laporan pribadi, semuanya subjektif. Sembilan kunjungan pribadi dengan para veteran, membantu kesehatan mental mereka? Nol poin. Terbang dengan helikopter untuk meresmikan peternakan kuda? Pemenang!" tulisnya.
Pangeran Harry juga menyoroti ketidakadilan sistem pembagian tugas dan anggaran di keluarga kerajaan. Menurutnya, hanya Raja Charles yang menentukan seberapa banyak pekerjaan yang bisa dilakukan Harry dan saudaranya, William.
"Tak seorang pun dari kami memutuskan sendiri berapa banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Hanya Ayah yang mengendalikan dana kami, kami hanya bisa melakukan apa yang mampu kami lakukan dengan sumber daya dan anggaran apa pun yang kami dapatkan darinya. Dihukum di depan umum karena seberapa banyak yang Ayah izinkan kami lakukan itu terasa sangat tidak adil. Curang," katanya.
(tia/tia)











































