Bukan Cuma Moshpit, Ini Bukti Musik Keras Buat Aksi Kemanusiaan!

Pingkan Anggraini
|
detikPop
INDIO, CALIFORNIA - APRIL 10: (FOR EDITORIAL USE ONLY) (NOT TO BE LICENSED FOR ANY STANDALONE OR SPECIAL INTEREST BOOK PUBLISHING USE CONCERNING THE COACHELLA MUSIC FESTIVAL AND/OR STAGECOACH MUSIC FESTIVAL) Brendan Yates of Turnstile performs at the Outdoor Theatre during the 2026 Coachella Valley Music and Arts Festival at Empire Polo Club on April 10, 2026 in Indio, California. (Photo by Frazer Harrison/Getty Images for Coachella)
Foto: Getty Images for Coachella/Frazer Harrison
Jakarta - Siapa bilang musik keras cuma soal ugal-ugalan di moshpit? Dua nama besar dari kancah independen dan hardcore, Dongker asal Bandung dan band Turnstile asal Baltimore, baru aja buktiin bahwa energi meledak-ledak di panggung bisa disulap jadi aksi solidaritas kemanusiaan yang super keren!

Meski beda benua, kedua band ini punya kemiripan konsep konser yang bikin angkat topi. Yup, meruntuhkan stigma konser mahal sambil menggalang bantuan buat sesama. Solidarity at its finest!

1. Turnstile: Konser Gratisan di Washington D.C., Tembus Bantuan Rp 3,3 Miliar

Turnstile baru aja bikin gebrakan masif di Monumen Washington, Washington, D.C., pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan Human Concern International, mereka menggelar konser amal gratis yang dibanjiri sekitar 60.000 penonton!

Gak main-main, acara ini dibuat khusus buat menggalang dana bantuan bagi korban krisis di Palestina, Sudan, dan Lebanon.

Lewat platform LaunchGood, donasi yang terkumpul sukses menembus angka fantastis, yakni lebih dari US$209.000 atau setara Rp 3,3 miliar! Puluhan ribu anak muda sing along dan moshing bareng demi menyuarakan kepedulian sosial yang sama.

2. Dongker: Tiket Pakai Beras dan Buku, Sindir Industri Musik Kerap 'Gak Ngotak'

Gak kalah kece, unit pop-punk asal Bandung, Dongker, juga bikin gebrakan serupa di kawasan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, lewat gigs album Melankolia.

Di tengah maraknya tiket konser yang harganya bikin dompet meringis, Dongker menawarkan konsep tiket yang out of the box.

Penonton cukup membayar tiket masuk menggunakan buku bacaan atau beras! Bahan pokok dan bacaan yang terkumpul langsung disalurkan buat aksi sosial akar rumput.

Konsep ini pun dinilai warganet sebagai sindiran menohok buat industri musik masa kini yang menetapkan harga tiket makin nggak masuk akal.

Keseruan gigs di Priuk makin terasa magis pas lokasi sempat mati listrik. Bukannya bubar, penonton dan personel Dongker malah lanjut sing along.

Aksi Turnstile dan Dongker jadi bukti nyata bahwa musik punk dan hardcore gak pernah kehilangan taring sosialnya. Musik emang milik semua orang, dan solidaritas bakal selalu menemukan jalannya!



(pig/ass)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO