Shoegaze Sampai Nu-Metal Back in Style Gegara Gen Z

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Gen Z kini menggali kembali genre musik 90-an dan 2000-an, seperti shoegaze dan nu-metal, sebagai bentuk apresiasi dan pencarian autentisitas di era modern.
Foto: Instagram @Slowdiveofficial
Jakarta - Musik zaman now emang selalu berkembang pesat, tapi pernah gak sih kamu ngeliat feed TikTok, Reels, atau playlist Spotify temen-temen belakangan ini?

Yup, alih-alih cuma dengerin lagu-lagu pop komersial terbaru, anak-anak Gen Z justru lagi keranjingan merambah dan menggali ulang alias digging genre-genre musik era 90-an dan 2000-an awal yang sempat dicap 'ketinggalan zaman'.

Mulai dari deretan melodi dreamy nan bising ala shoegaze, raungan distorsi dan rap-metal khas nu-metal, estetika liar indie sleaze rock, sampai energi upbeat ala easycore, semua suara distrik masa lalu ini resmi menemukan rumah barunya di telinga generasi muda sekarang.

Lantas, kenapa sih genre-genre ini malah comeback dan mendadak hype banget di kalangan Gen Z?

1. Pencarian 'Autentisitas' di Tengah Era Algoritma

Di era saat musik modern terkadang terasa terlalu terstruktur dan dipoles rapi demi kebutuhan viralitas durasi pendek, Gen Z merasa haus akan kejujuran dan raw energy.

Musik 90-an dan 2000-an dinilai punya emosi yang jujur, tanpa editan berlebihan, dan terasa lebih 'hidup'.

2. Fenomena Shoegaze & Nu-Metal di TikTok

Siapa sangka gema gitar tebal penuh effects-pedal khas shoegaze kayak Deftones, Slowdive, atau band-band shoegaze lokal kini jadi soundtrack favorit buat konten galau, estetika outfit, hingga vlog harian.

Sementara nu-metal kembali membakar moshpit festival musik anak muda lewat vibe yang meluapkan emosi penat secara ekspresif.

3. Tren Nostalgia Era Y2K dan Indie Sleaze

Gak cuma musiknya, fashion dan lifestyle Y2K hingga indie sleaze juga bikin genre-genre indie rock lama naik daun lagi.

Baju thrift, celana baggy, dan headphone kabel jadi paduan sempurna pas dengerin trek-trek rock klasik era itu.

Kembalinya genre-genre legendaris ini membuktikan bahwa musik berkualitas itu gak pernah punya tanggal kadaluarsa. Buat Gen Z, digging musik lama bukan cuma gaya-gayaan, tapi juga bentuk apresiasi pada sejarah musik itu sendiri.

Nah, dari deretan genre ikonik mulai dari shoegaze, nu-metal, indie sleaze, sampai easycore, genre mana nih yang paling berasa banget comeback-nya di playlist harian kamu?



(pig/pig)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO