Taka ONE OK ROCK Panen Hujatan dari Fans Akibat Dukung Ed Sheeran
Vokalis band ONE OK ROCK, Taka, justru muncul sebagai pihak yang mendukung Ed Sheeran. Pernah tampil jadi opening act dalam rangkaian konser panjang pelantun Thiking Out Loud di Asia, ia menyatakan dukungan kepada sohibnya, Ed Sheeran.
Taka yang ngaku sebagai sahabat meskipun gak di-follow Ed di media sosialnya, bilang prihatin atas kejadian yang menimpa musisi asal Inggris tersebut. Akibatnya, Taka pun kini panen hujatan dari OOR (sebutan bagi fans ONE OK ROCK).
"Saya sangat kecewa. Genosida itu bukan perang, Taka. Tolonglah, edukasi dirimu sendiri," tulis @yaya.carrd.
"Taka, saya harap kamu mengerti mengapa masalah ini penting bagi kami. Beberapa hal berarti jika kamu berdiri untuk Palestina," tulis @debiks.
Di positingan Taka sebelumnya, OOR banyak yang menyematkan kata 'Free Palestine' maupun bendera Palestina. Banyak juga yang menyebutkan, "Itu bukan politik, ini genosida. Ini soal kemanusiaan."
Lewat Stories Instagram, Taka menuliskan dukungan pada Ed.
"Ed, tindakanmu itu butuh keberanian. Bagiku, engkau adalah teladan. Hormat setinggi-tingginya untukmu," tulis Taka.
Setelah ngomong hal tersebut, beberapa jam berikutnya, Taka langsung minta maaf kepada penggemarnya di seluruh dunia. Secara blak-blakan, ia gak bisa berdiam diri saat seorang teman ada di posisi tersebut.
"Jika saya telah menimbulkan kesalahpahaman, saya memohon maaf kepada semuanya. Saya hanya tidak bisa berdiam diri ketika melihat seorang teman berada dalam situasi seperti itu," tulis Taka.
Dalam pernyataan terpisah, ia secara tegas menentang perang dan menilai bahwa seorang seniman tidak seharusnya dilarang tampil hanya karena mengekspresikan pandangannya.
"Saya menolak perang. Saya menentang keras jatuhnya korban jiwa maupun luka-luka di kalangan anak-anak dan warga sipil. Saya juga menilai tidak sepatutnya seorang seniman dilarang tampil hanya karena mereka menyuarakan pandangannya," tulis Taka.
Ia juga tidak setuju dengan tindakan penolakan massal atau seruan boikot terhadap seseorang yang memiliki pandangan atau pilihan berbeda. Menurutnya, seseorang tidak bisa dinilai sepenuhnya hanya dari apa yang tampak dari luar.
"Di saat yang sama, saya tidak dapat membenarkan tindakan sekelompok besar orang yang secara kolektif menolak seseorang yang mengambil keputusan berbeda, tanpa mempertimbangkan sudut pandang maupun beban yang ditanggung orang tersebut," tulis Taka.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
