Musik Batak Juga Bisa Bikin Goyang, Cari Tahu Yuk!
Bukan cuma genre aja, tapi kualitas dan popularitas musik daerah ikut meningkat.
Misalnya, Tabola Bale sampai Ngapain Repot dari musisi Indonesia Timur merajai tangga-tangga musik nasional, bahkan viral di kalangan musik dunia.
Belum lagi Kicau Mania yang membawa harum nama musik asal Jawa dari Ndarboy Genk di kancah internasional.
Kemudian hal ini yang akhirnya bikin grup musik pendatang baru, BATARA asal suku Batak ikut meramaikan gemilang prestasi musik daerah.
Mereka membuktikannya lewat single debut mereka yang super catchy bertajuk Horas Ma Ito.
Gak main-main, grup vokal satu ini langsung menggebrak panggung musik Tanah Air dengan memadukan unsur budaya Batak dan genre HipDut (Hip Hop Dangdut).
Hasilnya? Lagu yang siap bikin kamu goyang dan FYP di TikTok!
Lagu Horas Ma Ito ini gak cuma sekadar enak didengar, tapi juga punya pesan yang relatable banget buat anak muda, khususnya para pemuda Batak alias doli-doli.
Yup, BATARA blak-blakan menyentil urusan sinamot alias mahar pernikahan yang sering bikin para cowok Batak ketar-ketir!
"Memang kita angkat lagu ini sesuai realita yang ada. Sering viral soal kenapa orang Batak itu terkenal lama menikah. Karena memang sinamot ini menjadi beban dan perjuangan besar buat doli-doli Batak," tutur Zul, salah satu vokalis BATARA, saat jumpa pers di Jakarta Selatan, Kamis (17/9/2026).
Bukannya bikin galau atau stres, isu yang terkesan 'sakral dan berat' ini justru dibalut dengan nada yang happy dan penuh semangat.
Kerennya lagi, di lagu ini kamu bakal mendengarkan perpaduan unik antara alat musik tradisional Batak seperti taganing dengan lirik multilingual, gabungan bahasa Indonesia, Batak, dan Inggris sekaligus!
Usut punya usut, ada cerita unik di balik terbentuknya grup musik BATARA. Pasangan eksekutif produser sekaligus pembina mereka, Robinson Tampubolon dan Lonata Simanjuntak, menceritakan kalau awalnya BATARA terbentuk gara-gara 'ketidaksengajaan' di akhir 2025.
"Awalnya saya comot-comot personel dan kalau ditanya band apa, saya jawab 'Rojali' alias rombongan jadi sekali," kelakar Robinson yang langsung disambut gelak tawa.
Tapi siapa sangka, dari project iseng-iseng berhadiah itu, chemistry antarmember malah makin pekat usai manggung di mana-mana, mulai dari Pekan Raya Sumatera Utara sampai HUT Kabupaten Toba. Akhirnya, nama BATARA dipatenkan-yang terinspirasi dari nama sang putra, Fahmi Batara Sakti.
"Kami ingin menciptakan band Batak yang lagunya bisa dinikmati semua kalangan umur. Bukan sekadar lagu daerah, tapi lagu yang dinyanyikan orang Batak yang bisa menembus skala nasional," lanjut Lonata penuh harap.
Gimana? Penasaran kan sama racikan musik HipDut ala BATARA yang memadukan taganing dan lirik multibahasa ini?
Yuk, langsung stream Horas Ma Ito di platform musik favorit kamu!
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
