Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 memasuki babak Grand Final (GF). Sebanyak 20 peserta dari Tangerang, Lampung, Solo, dan Malang kini berkumpul di Jakarta untuk memperebutkan gelar juara.
Grand Final digelar pada 12-13 September 2026 di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua Jakarta, Jakarta. Pada hari pertama, para grand finalis akan menampilkan karya terbaik mereka dalam sesi Showcase. Sebelum tampil, para grand finalis mendapat coaching untuk mematangkan penampilan, mulai dari aspek performance hingga dance.
Salah satu Musical Coach, Ara Ajisiwi, mengatakan coaching yang diberikannya berfokus pada stage act, terutama bagaimana peserta melakukan aksi di atas panggung dan membawakan sebuah peran dengan baik dalam pertunjukan musikal.
"Kalau aku fokus ke stage act, jadi kayak aksi mereka di panggung, mereka akan ngapain dan kalau misalnya kita musikal, kita membawakan suatu peran dan bagaimana mendeliver peran itu dengan baik," ujar Ara kepada detikcom, Sabtu (12/9/2026).
Menurut Ara, salah satu tantangan peserta saat membawakan peran adalah keinginan untuk menjadi seperti orang lain yang sebelumnya memerankan karakter tersebut. Padahal, peserta perlu tetap membawa karakter diri sendiri saat menjalankan sebuah peran.
"Kalau menurut aku dari tiga kali coaching ini, mungkin tantangannya adalah kalau kita musikal tuh membawakan suatu peran yang sudah diperankan orang lain. Kadang-kadang kita pengen menjadi orang lain itu gitu, bukan menjadi diri kita sendiri," tuturnya.
Ia menilai keunikan penampilan justru dapat muncul ketika peserta mampu memadukan karakter diri sendiri dengan peran yang dimainkan.
"Padahal menurut aku yang paling bagus dan paling unik adalah kita bisa menjadi diri kita sendiri sekaligus menjalankan peran itu, memasukkan diri kita sendiri dalam situasi peran itu gitu. Itulah hal yang paling menarik yang bisa dikerjakan di atas panggung, kalau musikal ya," sambungnya.
Sementara itu, Dance Coach, Nala Amrytha lebih banyak memberikan masukan pada detail gerakan para peserta. Menurutnya, koreografi yang disiapkan peserta sudah matang sehingga coaching lebih diarahkan untuk merapikan bagian-bagian kecil.
"Yang paling aku perhatikan sih, so far aku lebih ke clean-up gerakan mereka ya. Jadi, karena kan maksudnya secara koreografi sudah jadi dan mereka sudah persiapin banget dan sudah bagus-bagus banget, jadi mungkin aku lebih bantuin untuk clean-up detail-detail kecilnya aja, gitu," ujar Nala.
Selain teknik gerakan, Nala menilai dinamika ekspresi menjadi bagian penting dalam penampilan tari. Menurutnya, durasi lima menit dalam sebuah penampilan tari cukup panjang sehingga ekspresi yang tidak dinamis dapat membuat penonton bosan.
"Dinamika ekspresi sih. Kebanyakan itu maksudnya ekspresinya rata-rata untuk penampilan tari 5 menit itu kan kita kadang-kadang rasanya kayak cepat ya 5 menit. Tapi sebenarnya untuk penampilan tari itu cukup lama, jadi kalau ekspresinya enggak dinamis, kayak dari awal sampai akhir sama, terus takutnya penontonnya jadi bosan, gitu. Jadi, itu yang kayaknya harus lebih diperhatikan sama peserta," tuturnya.
Dari Coaching, Lahir Semangat Baru
Masukan dari para coach menjadi bekal bagi peserta untuk kembali mengevaluasi penampilan sebelum naik ke panggung, salah satunya Grand Finalis asal Lampung, Shafa Aurelya Putri Wulan. Ia mengatakan dirinya telah mempersiapkan penampilan sejak mengetahui akan berangkat ke Jakarta. Ia menyiapkan berbagai kebutuhan, mulai dari lagu hingga properti.
"Kalau aku, tentu sudah menyiapkan dari setelah tahu akan berangkat ke Jakarta. Jadi, ini sudah menyiapkan dari properti, lagu, lagu mungkin sangat sih, agak struggle nyari-nyari mau nyanyi lagu apa, soalnya teman-teman semuanya kan pada berkonsep. Jadi tentunya kita nggak mau kalah sama teman-teman yang lain, gitu," kata Shafa.
Untuk Showcase hari pertama, Shafa akan membawakan lagu dari Sam Smith dengan konsep yang ia sebut cukup theatrical. Selain itu, setelah mengikuti coaching, Shafa mengaku masih memiliki sejumlah hal yang perlu diperbaiki sebelum tampil.
"Tentunya karena kita didatangkan coach yang sangat-sangat berkompeten di bidangnya ya, banyak banget masukan-masukan dari coach, jadi aku akan benerin yang salah-salah yang tadi aku latihan, gitu. Jadi, pokoknya PR-nya masih banyak untuk tampil ke showcase, jadi aku mau latihan lagi setelah ini," ujarnya.
Hal serupa juga dirasakan Bhairawa, perwakilan dari Lampung yang akan tampil sebagai duet dengan mengusung tema ardi kontemporer. Keduanya telah mempersiapkan mental, kesehatan, kostum, musik, koreografi, hingga properti.
Bagi Bhairawa, sesi coaching juga memberikan pengalaman tersendiri karena mereka baru pertama kali tampil sebagai duet dan baru saling mengenal.
"Hal yang kami dapat dari event Aice Got You season ini tuh yang pasti pengalaman, ya, karena kami ini first time duet dan kami juga baru kenal dan setelah coaching tadi kita juga dapat banyak sekali ilmu, salah satunya biar vokal kita lebih, chemistry-nya lebih dapat lagi," kata Bhairawa.
Sementara itu, grand finalis dari Malang, One Kuta juga merasakan langsung masukan dari coach dance. Fania, salah satu anggota One Kuta, mengatakan coaching membantu mereka memperhatikan detail gerakan hingga ekspresi.
"Jadi, setelah kita coaching tadi, banyak sekali hal yang kita dapatkan, terutama dari detail-detail gerak, tangan, ekspresi, dan lain-lainnya," ujar Fania.
Ia menyebut tidak banyak koreografi yang diubah setelah coaching. Perbaikan lebih banyak dilakukan pada aspek ekspresi.
"Setelah coaching tadi, tidak banyak gerakan yang diubah, paling utama yang diubah adalah ekspresinya," sambungnya.
Setelah Showcase hari pertama berlangsung, para grand finalis juga mendapat evaluasi langsung dari dewan juri. Salah satunya Tasya Ivanka dari Solo yang tampil sebagai penyanyi.
Alim Sudio menilai, penampilan pertama Tasya sudah memberikan kesan kuat. Namun, ia berharap Tasya dapat lebih berani dalam melepaskan emosi dan menarik perhatian penonton pada penampilan berikutnya.
"Untuk sebagai sebuah penampilan pertama, kamu luar biasa. Keren banget. Tapi saya berharap di final apa pun, kalau memang ada emosi yang bisa kamu lepaskan, mungkin kamu lebih berani lagi. Lebih grab audiensnya," ujar Alim.
Mba Berta turut memberikan catatan terkait cara Tasya membawakan lagu. Ia menilai terdapat bagian-bagian yang masih mengingatkannya pada gaya penyanyi lain dan berharap Tasya dapat menemukan pendekatan yang lebih segar untuk penampilan berikutnya.
Sementara itu, Ari Tulang menilai, stage act dan ekspresi Tasya sudah menjadi modal yang baik. Ia tetap memberikan sejumlah catatan terkait penampilan agar penyampaian pesan lagu dapat lebih kuat.
Evaluasi juga diberikan kepada peserta dance DBF New Gen. Alim mengapresiasi cara mereka menginterpretasikan lagu Tulus melalui koreografi. Namun, ia menyarankan adanya kontras ekspresi di antara kedua penari agar cerita yang disampaikan terasa lebih kaya.
"Menurut saya mungkin tadi saya membayangkan jauh lebih menarik kalau ada satu yang suka, ada satu yang duka gitu. Di momen-momen tertentu tuh kayak ada kontras gitu," kata Alim.
Ari Tulang juga menilai konsep artistik, koreografi, dan ekspresi DBF New Gen sudah kuat. Namun, ia meminta para peserta memperdalam teknik tubuh, kelenturan, serta power dalam gerakan.
"Dan power di tangan juga harus lebih kokoh, lebih ada isi. Aku lihat tadi beberapa agak melayang, tidak ditindak tegas, tidak ada isi. Itu harus dilatih lagi," ujar Ari.
Berbagai masukan dari coach dan juri tersebut menjadi evaluasi bagi para grand finalis untuk mempersiapkan penampilan mereka dalam rangkaian Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2.
20 Grand Finalis, Satu Gelar Juara yang Diperebutkan
Ke-20 grand finalis merupakan talenta yang terpilih dari rangkaian Aice Got You! Season 2 di empat kota. Masing-masing kota mengirimkan lima perwakilan yang terdiri dari Juara 1, Juara 2, Juara 3, Juara Favorit, dan pemegang Shine Muscat Pass.
Dari Tangerang, ada Sapta Swara, Johana Yosefa Sitorus, Chira & Nada, Saney Aurelia, dan Wiliam Wijaya. Sementara Lampung diwakili Fae Bernice Robin, S.A Rafly Fuzi Maulana, Bhaiwara, Diella Nathania, dan Shada Aurelya Outri Wulan.
Adapun perwakilan Solo terdiri dari Charlize Evangeline, Alter, Tasya Ivanka, Cici Maharani, serta Wahyu Setiawan & Friends. Sedangkan Malang mengirimkan One Kuta, Triyulita Kesha Putri Maharani, DBF Newgen, CO5MIX, dan Candra Jamil.
Penentuan pemenang terdiri dari 60% penilaian juri, 15% voting offline, dan 25% voting online. Sesi penjurian pada Showcase hari pertama akan diisi oleh juri profesional, yakni Alim Sudio, Ari Tulang, dan Mba Bertha.
Hadiah yang disiapkan juga cukup menarik. Juara 1 akan mendapatkan dua tiket perjalanan ke Korea Selatan serta uang tunai Rp20 juta. Juara 2 memperoleh smartphone senilai Rp15 juta dan uang tunai Rp15 juta.
Lebih lanjut, Juara 3 akan mendapatkan smartphone senilai Rp10 juta dan uang tunai Rp10 juta. Adapun Juara Favorit berhak membawa pulang smartphone senilai Rp5 juta serta uang tunai Rp5 juta.
Penampilan Musik hingga Aktivitas di Kota Tua
Tak hanya menjadi panggung bagi para grand finalis, rangkaian Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 juga menghadirkan berbagai hiburan bagi pengunjung. Acara berlangsung mulai pukul 15.30 WIB di Taman Fatahillah. Sejumlah musisi dijadwalkan tampil, di antaranya Tipe-X dan Driv3 pada hari Sabtu.
Bagi yang tidak dapat hadir langsung di Kota Tua, acara juga bisa disaksikan melalui live streaming di media sosial resmi Aice Indonesia, mulai dari TikTok, Instagram, hingga YouTube.
Di area acara, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas di booth. Salah satunya mencicipi inovasi es krim terbaru Aice, yakni Aice Crispy Balls Shine Muscat. Es krim tersebut memadukan rasa Shine Muscat dengan aroma melati, crispy balls yang renyah, nata de coco yang kenyal, serta popping candy yang memberikan sensasi 'pop pop' di mulut.
Pengunjung juga bisa mengikuti program Aice Selalu Berikan Kejutan 100% Berhadiah dengan mengecek stik es krim melalui pemindaian kode QR atau memasukkan kode unik yang tertera pada stik. Hadiah yang disiapkan beragam, mulai dari gratis es krim, saldo DANA, motor, mobil, hingga perjalanan ke Korea Selatan.
Satu Panggung, Untuk Indonesia: Aksi Donasi untuk Masyarakat Terdampak Bencana
Selain kompetisi dan hiburan, Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 juga menjadi bagian dari aksi sosial melalui program 'Satu Panggung, Untuk Indonesia'.
Melalui program tersebut, hasil penjualan di lokasi Grand Final pada 12-13 September 2026 akan turut didonasikan untuk membantu masyarakat Indonesia yang terdampak bencana.
Aice juga memberikan donasi sebesar Rp10 untuk setiap satu like yang diperoleh selama sesi live streaming di TikTok Aice Indonesia. Seluruh hasil penggalangan dana nantinya disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana melalui Kitabisa.
Dengan rangkaian kompetisi, coaching, Showcase, hiburan, aktivitas di area acara, hingga aksi sosial, Grand Final Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 menjadi puncak perjalanan 20 talenta yang sebelumnya telah melewati rangkaian audisi di Tangerang, Lampung, Solo, dan Malang.
Kini, mereka akan menunjukkan penampilan terbaiknya untuk menentukan siapa yang berhak membawa pulang gelar juara.
Simak Video "Keseruan AICE Got You! Panggung Crispymu! Season 2 Akhirnya Sampai di Malang!"
(akn/ega)