3 Lagu Meiska, 3 Fase Cinta yang Mungkin Pernah Kamu Rasakan

Dicky Ardian
|
detikPop
Meiska Adinda
Foto: Meiska Adinda
Jakarta - Ada alasan kenapa lagu-lagu Meiska terasa dekat dengan kehidupan anak muda. Bukan cuma karena melodinya mudah didengar, tetapi cerita di dalamnya seperti mewakili berbagai fase saat seseorang sedang berurusan dengan perasaan.

Sejak Hilang Tanpa Bilang pada 2022, Meiska konsisten menghadirkan kisah tentang cinta yang gak selalu berjalan sesuai harapan. Mulai dari ditinggalkan tanpa penjelasan, sulit melepaskan, sampai menginginkan seseorang yang mungkin sejak awal gak bisa dimiliki.

"Lagu ini tentang perjuangan mempertahankan perasaan kepada seseorang yang mungkin tidak bisa membalasnya, hingga sebuah keinginan untuk memiliki seseorang yang sejak awal mungkin tidak seharusnya dimiliki," jelas Meiska.

Hilang Tanpa Bilang menjadi awal perjalanan tersebut. Lagu ini mengangkat fenomena ghosting, ketika seseorang tiba-tiba pergi tanpa memberikan penjelasan dan meninggalkan banyak pertanyaan bagi orang yang ditinggalkan.

"Karena terkadang, hal yang paling sulit dari sebuah hubungan bukanlah kehilangan seseorang, melainkan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan penjelasan," sambung Meiska.

Meiska sendiri pernah mengaku langsung merasa terhubung dengan lagu tersebut karena pernah mengalami kisah serupa. Pengalaman itu membuatnya bisa menyampaikan emosi lagu dengan lebih personal.

Setelah ditinggalkan tanpa kejelasan, Meiska membawa pendengarnya ke fase berikutnya lewat Keras Kepala. Lagu ini bercerita tentang kondisi ketika seseorang sebenarnya tahu harus pergi, tetapi hatinya masih memilih bertahan.

"Karena pada akhirnya, banyak orang pernah menjadi keras kepala ketika berurusan dengan perasaan," jelas wanita asal Bali tersebut.

Kalau Hilang Tanpa Bilang bicara tentang kehilangan jawaban, "Keras Kepala" menggambarkan perjuangan melepaskan sesuatu yang sebenarnya sudah gak sehat untuk dipertahankan. Akal sudah paham, tetapi hati masih belum siap menyerah.

Kini, cerita tersebut berlanjut lewat "Ingin Kumiliki", lagu ciptaan Tohpati yang sebelumnya dipopulerkan Ruth Sahanaya. Dalam versi terbaru, Tohpati kembali menggarap aransemen dengan sentuhan lebih modern dan menggandeng Meiska sebagai vokalis.

Ingin Kumiliki menghadirkan cerita tentang keinginan mencintai seseorang yang mungkin memang gak bisa dimiliki. Berbeda dari dua lagu sebelumnya, kisah ini bukan pengalaman langsung Meiska sehingga ia perlu membangun emosi karakter lewat imajinasi.

"Membawakan kembali lagu yang sudah memiliki sejarah berarti harus berhadapan dengan ekspektasi pendengar yang telah mengenal versi sebelumnya. Namun, alih-alih mencoba menggantikan versi Ruth Sahanaya, Meiska memilih memberikan interpretasinya sendiri," kata Meiska.

Lebih dari dua dekade setelah versi Ruth Sahanaya dikenal publik, Ingin Kumiliki kini menjadi pertemuan antara nostalgia dan generasi baru. Tiga lagu Meiska pun akhirnya seperti membentuk satu perjalanan: ditinggalkan, sulit melepaskan, lalu belajar menerima bahwa gak semua yang diinginkan hati bisa menjadi milik kita.

(dar/dar)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO