Konser Twilite Orchesta Ke-35 Sukses Pukau Ribuan Penonton
Perayaan puncak 35 tahun kiprahnya di kancah musik simfonik Indonesia mempersembahkan repertoar Twilite Orchestra sejak awal berdiri sampai usianya sekarang. Ada 200 penyanyi dari Twilite Chorus, Perbanas Institute Choir, PSM IPB Agria Swara, Paduan Suara Gita Swara Jaya, UHAMKA Choir dan PSM Universitas Mercu Buana.
Selain itu, ada juga penampilan mempesona dari penyanyi soprano Sidney Opera House Meechot Marrero dan penyanyi tenor kenamaan Indonesia Oswin Wilke.
Dari atas panggung, Addie MS mengungkapkan rasa haru dan bersyukur atas yang menginjak usia ke-35 tahun.
"Twilite Orchestra didirikan oleh Bapak Indra Usmansjah Bakrie, Almarhum Oddie Agam, dan saya. Malam ini begitu istimewa bagi saya, merayakan 35 tahun Twilite Orchestra yang jatuh pada 8 Juni 1991 dan menjadi orkes simfonik terlama di Indonesia," ujar Addie dalam keterangan pers yang diterima detikcom, Selasa (8/9).
Addie MS Foto: Dok.Lassak Imaji / Tagor Lassak |
Konsernya dibagi menjadi dua babak. Bagian pertama dimulai dengan Indonesia Raya, dan melanjutkan karya klasik Die Fledermaus Overture. Lalu karya musikal yang sangat terkenal The Phantom of the Opera.
Penampilan magis lainnya dari harpis Rama Widi dalam karya Fantasia Nusantara untuk Solo Harpa dan Orkestra. Dilanjutkan dengan melodi dari lagu Padre ciptaan Adinda A Bakrie untuk ayahnya, lalu ditutup dengan musik dari film Star Wars.
Bagian kedua, dibuka dengan musik dari video game Final Fantasy yang berjudul Liberi Fatali dan dilanjutkan dengan karya-karya operatik seperti Nessun dorma yang dinyanyikan begitu dramatis oleh Oswin Wilke, serta aria-aria O mio babbino caro dan Sempre libera yang ditampilkan apik.
Twilite Chorus 35th Anniversary Concert gak cuma jadi perayaan ulang tahun yang gemilang. Tapi juga penegasan atas komitmen Twilite Orchestra dalam memasyarakatkan musik simfonik dan paduan suara di Indonesia.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan

