Aruma Bongkar Pola Luka Lewat Mini Album Dan Ternyata Aku Cukup
Dalam acara tersebut, Aruma membawakan lagu-lagu dari mini album barunya secara langsung. Momen itu semakin spesial dengan kehadiran Raim Laode yang ikut membawakan Ekspektasi serta Raissa Anggiani yang bernyanyi bersama Aruma dalam Jalan Buntu.
Dan Ternyata Aku Cukup berisi lima lagu, yakni Pura-Pura Hidup Lagi, Senyum Pada Sepi, Jalan Buntu, Semoga Nanti, dan Bulan Separuh. Kelimanya menjadi rangkaian cerita Aruma dalam memahami dirinya sekaligus membongkar pola hubungan yang terus berulang dalam hidupnya.
Aruma menegaskan mini album ini bukan sekadar perjalanan dari kesedihan menuju kebahagiaan. Ada proses yang lebih dalam, yaitu memahami kenapa dirinya terus menghadapi persoalan serupa dalam setiap hubungan.
"Pasti kalau orang dengar album ini, mungkin mikir ada fase penerimaan pada akhirnya, ada emosionalnya juga. Cuma sebenarnya cara melewati fase kesedihan. Ini lebih ke pola-pola yang selalu berulang setiap aku menjalani hubungan," ujar Aruma.
Hampir tiga tahun menjalani hidup sendiri memberi Aruma banyak waktu untuk melihat kembali dirinya. Ia menyadari selama ini terlalu sering mencari kekurangan hingga merasa tidak pernah cukup untuk orang-orang di sekitarnya.
"Aku selalu merasa tidak pernah cukup buat orang-orang di sekitarku. Makanya, aku sering merasa orang-orang selalu meninggalkan aku. Aku juga tidak pernah merasa benar-benar dicintai secara penuh," kata Aruma.
Perasaan itu kemudian membentuk pola yang terus berulang. Setiap hubungan yang berakhir membuatnya kembali bertemu orang baru, tetapi persoalan yang dihadapi terasa seperti mengulang cerita lama.
"Akhirnya, itu menjadi sebuah pola. Aku harus ketemu orang baru lagi, orang baru lagi, dan terus berulang. Setelah berkali-kali mengalami hal yang sama, itu melelahkan buat aku," ujarnya.
Lewat mini album ini, Aruma mencoba membongkar akar persoalan tersebut. Ia tidak ingin hanya menceritakan kisah sedih yang berakhir bahagia, tetapi juga mencari tahu alasan di balik pola yang terus muncul dalam kehidupannya.
"Jadi sebenarnya bukan seperti, 'Oh, awalnya aku sedih, terus akhirnya aku bahagia.' Lebih kepada aku mencari tahu pola yang terus berulang itu. Aku mencoba membongkar kenapa hal ini bisa terjadi."
Salah satu proses penerimaan itu tergambar dalam Semoga Nanti. Aruma mengaku mulai menyadari persoalan keterikatan emosional dalam hubungan, sekaligus belajar menikmati hidup tanpa bergantung pada kehadiran orang lain.
Namun, ia tetap membuka pintu untuk cinta. "Tapi kalau suatu saat ada seseorang yang benar-benar mengetuk pintuku dengan keras, bahkan berusaha menemukan aku ketika aku bersembunyi, mungkin aku bisa percaya lagi kalau aku masih bisa menerima cinta."
Bulan Separuh sengaja ditempatkan sebagai lagu terakhir agar pendengar bisa mengikuti perjalanan emosional yang dibangun sejak awal, dari kehilangan hingga perlahan memahami akar persoalan yang selama ini dirasakan.
Selain menjadi perayaan perilisan mini album, intimate showcase tersebut juga menjadi ruang berkumpul bagi musisi dan penggemar. Co-Owner Melodia, June Winarto, turut mengapresiasi Aruma dan Arumanis yang hadir.
"Sebagai perwakilan Melodia, I'm really proud of you guys to come here, ke rumah kedua para musisi. Kami ingin teman musisi dan pegiat musik bisa beraktivitas dan berkomunitas dengan lebih baik lagi bersama Melodia. Semoga Melodia bisa terus menjadi tempat untuk berkumpul, berkarya, dan berkembang bagi para musisi. Thank you so much, terima kasih banyak."
Melalui Dan Ternyata Aku Cukup, Aruma tidak sekadar merangkai lagu tentang hubungan dan kehilangan. Mini album ini menjadi ruang untuk membongkar perjalanan hidup, memahami luka yang berulang, hingga akhirnya menemukan satu kesadaran bahwa dirinya ternyata sudah cukup.
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
