Keinginan Terakhir Dolly Parton, Dimakamkan di Hamparan Mawar Kuning

Tia Agnes Astuti
|
detikPop
20th May 1977:  Country music queen Dolly Parton is back in London after performing at the Kings Theatre, Glasgow, at a Scottish Royal Jubilee Television Special in the presence of the Queen, she now commences on a tour of Britain and the continent.  (Photo by Keystone/Getty Images)
Foto: Keystone/Getty Images
Jakarta - Dolly Parton meninggal di usia 80 tahun. Kabar kepergian musisi senior asal AS itu membawa duka yang mendalam bagi para penggemarnya.

Keponakan Dolly Parton, Brian Seaver, adalah orang pertama yang mengumumkan kepergiannya. Ia juga bagikan keinginan pelantun lagu 9 to 5 itu soal tempat peristirahatan terakhir yang nyaman.

Menurut wasiat Dolly Parton, ia ingin dimakamkan di lokasi layaknya penuh dengan hamparan bunga mawar kuning.

"Dolly adalah seorang petani, sama seperti ayahnya. Ayahnya mengolah tanah, dia 'mengolah' lagu dan kebahagiaan. Dolly menelepon saya dan mengatakan ingin beristirahat di atas hamparan kapas yang empuk dan indah, karena setelah seumur hidup mengenakan kostum berat bertabur batu pertama imitasi, ia akhirnya layak mendapatkan kenyamanan dan ketenangan," katanya dilansir dari E!.

Setelah kematiannya, Brian Seaver membagikan informasi soal keinginan sang bibi, termasuk bagaimana pelantun lagu Yellow Roses itu ingin dunia mengetahui kabar kepergiannya.

"Pengumuman lewat video ini adalah sesuatu yang diminta Dolly kepada saya bertahun-tahun yang lalu, jauh sebelum saya benar-benar menyadari bahwa hal ini akan menjadi kenyataan di masa depan," jelasnya.

"Sebagai kepala keamanan bagi Dolly selama lebih dari dua dekade, peran yang sebelumnya dipegang oleh ayah saya, Larry. Saya sudah membayangkan betapa beratnya momen ini, namun saya belum benar-benar merasakannya sampai saat ini," sambungnya.

Sebelum meninggal, legenda musik country itu sempat cerita tengah berjuang melawan berbagai masalah kesehatan yang memaksanya untuk hiatus.

"Seperti yang kamu ketahui, saya sedang gak melakukan tur. Saya mengalami sedikit masalah kesehatan, dan kami sedang menanganinya dengan baik," ucapnya.

Pada Maret 2025, ia juga merasakan duka yang mendalam atas kepergian mendiang suaminya, Carl Dean, yang meninggal di usia 82 tahun. Saat itu, ia menepis segala rumor yang menyebutkan bahwa ia akan pensiun.



(tia/tia)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO