×
Ad

Brandon Flowers soal Ketenaran: Sekarang Semua Gak Worth It

Asep Syaifullah - detikPop
Sabtu, 22 Agu 2026 11:01 WIB
Foto: Kevin Winter/Getty Images for ABA
Jakarta -

Setelah 25 tahun menjadi frontman The Killers dan memimpin panggung rock dunia, Brandon Flowers kini mempertanyakan kembali arti ketenaran dan pencapaian finansial yang diraihnya.

Vokalis tersebut terang-terangan meragukan apakah kejayaan panggung benar-benar membawa kebahagiaan sejati.

"Kadang saya berpikir, apa yang sebenarnya ingin saya capai, apa yang coba saya buktikan, kepada siapa saya membuktikannya, dan apa yang sudah saya dapatkan dari semua ini?" ujarnya saat merefleksikan pencapaian kariernya dalam wawancara yang dilansir dari BBC.

Rasa ragu itu kian menguat usai ia melihat kehidupan sederhana ayahnya yang bahagia, hingga ia berceletuk, "Jadi ya, saya tidak tahu apakah semua ini sepadan. Saya tidak tahu lagi."

Krisis reflektif mengenai popularitas ini bermula dari percakapan Flowers dengan ketiga putranya yang beranjak remaja.

Ia mengaku khawatir anak-anaknya merasa terbebani untuk membandingkan diri dengan kesuksesan sang ayah. Untuk menjaga integritas keluarganya dari dampak buruk popularitas, Flowers secara ketat membatasi simbol-simbol ketenaran di rumahnya.

"Kami tidak banyak membicarakannya. Tidak ada piringan emas yang dipajang di kamar mandi atau semacamnya," tegasnya.

Bagi Flowers, ketenaran bukanlah jaminan kepuasan hidup jika dibandingkan dengan kebahagiaan ayahnya yang hidup sederhana.

"Ayah saya tidak memiliki semua itu, tapi apakah dia kurang bahagia dibanding saya? Dia bahkan mungkin lebih bahagia dari saya. Dia hanya menghasilkan 25.000 Dolar AS setahun dan pas-pasan, tapi di usianya yang ke-82 dia melukis, pergi ke pasar kaget, dan dia sangat antusias dengan hal itu," ungkapnya menceritakan sosok sang ayah.

Di tengah pergulatan batin soal popularitas tersebut, Flowers meluapkan energi kreatifnya ke dalam album solo ketiganya, Thrasher, yang merekam kecintaan lamanya pada musik country.

Ia menyebut obsesi musik tradisional ini sebagai penyaluran diri yang unik dibanding musisi kebanyakan.

"Anda tahu, banyak orang di bidang pekerjaan saya yang akhirnya kecanduan obat-obatan. Kalau saya, kecanduan musik country," akunya.

Album ini direkam secara live bersama musisi veteran di RCA Studio A, Nashville-lokasi bersejarah tempat penggarapan karya-karya ikonik Dolly Parton.

"Saya bernyanyi secara langsung bersama mereka dan saya pikir mereka sangat menghargainya, karena itu cara yang sangat romantis dalam bermusik. Ini bukan lagi hal yang biasa dilakukan orang-orang sekarang. Merekam energi secara nyata ke dalam pita rekaman adalah hal yang berbeda," jelas Flowers mengenai proses pembuatan album yang dianggapnya mustahil bisa ia lahirkan saat masih berusia 20-an.

Kedewasaan dan pengalamannya bertahun-tahun di industri musik membuat Flowers kini berani membuka lembar catatan pribadinya untuk dijadikan lirik lagu.

Selain merenungkan ketenaran dan masa kecilnya di pedesaan Utah serta pengalamannya bekerja di kasino Las Vegas, Thrasher juga merangkum isu-isu personal berat lainnya, mulai dari penghormatan untuk mendiang kakak iparnya hingga kritik keras atas krisis obat pereda nyeri resep di kampung halamannya.

"Ini adalah hal yang menyedihkan. Ini pada dasarnya seperti dokter meresepkan heroin kepada orang-orang, dan itu merenggut begitu banyak nyawa secara sia-sia," pungkasnya.



Simak Video "Video KETIK: Transformasi Adhisty Zara-Ciccio Manassero Perankan Pasien Kanker"

(ass/pus)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork