Parti Libur 2026 Sukses Hibur 18 Ribu Penonton Kota Batu
Mulai dari tema Caravan, pemilihan line-up, panggung, aktivasi, hingga berbagai movement yang dilakukan sepanjang festival ikut mencuri perhatian. Parti Libur 2026 pun menjadi salah satu festival yang menawarkan pengalaman berbeda bagi penonton di luar Jakarta.
"Alhamdulillah Parti Libur 2026 lancar. Semoga Parti Libur bisa menjadi alternatif festival yang berada di luar Jakarta," kata Gahtan Thoriq, pendiri sekaligus CEO Parti Libur.
Selama dua hari, Parti Libur 2026 berhasil menyedot 18.000 penonton. Jumlah tersebut melampaui ekspektasi penyelenggara dan menjadi bukti bahwa festival ini sudah mulai menjadi agenda rutin pencinta musik, khususnya di Jawa Timur.
Parti Libur 2026 mengusung konsep Caravan yang menggabungkan festival musik dengan wahana bermain. Penonton tidak hanya datang untuk menyaksikan konser, tetapi juga bisa menikmati berbagai hiburan yang tersedia di BNS dengan ornamen yang menambah suasana festival.
Tidak cuma soal konsep, Parti Libur 2026 juga membawa sederet pencapaian. Festival ini menghadirkan 105 penampil, mengusung sembilan panggung, menjadi festival multigenre pertama dengan sembilan panggung di Jawa Timur, serta menjadi event yang digelar di area wahana hiburan.
Dari 105 penampil yang hadir, sekitar 40 persen di antaranya merupakan musisi asal Jawa Timur. Nama seperti Silampukau, Begundal Lowokwaru, SATCF, Primitive Chimpanzee, Coldiac, Monohero, Tahu Brontak, Nganchuk Crew, Remissa, Tani Maju, hingga Wake Up Iris! ikut tampil.
"Parti Libur berangkat dari gerakan kolektif dari teman-teman di Jawa Timur. Banyak tim produksi yang terlibat berasal dari Jawa Timur dan kami juga memberi ruang bagi band-band lokal untuk tampil. Kami ingin ekosistem musik di Jawa Timur makin terkoneksi dengan teman-teman dari Jakarta dan daerah lainnya," bebernya.
Sembilan panggung di Parti Libur 2026 menghadirkan beragam genre. Dari pop, rock, hardcore, reggae, metal, sampai dangdut koplo, semuanya berkumpul dalam Caravan HYPE Stage, Magnolia Stage, Gipsy Stage, High Volt Stage, Wonder Stage, Jumping Jack, Bohemian Disco, Barbossa Stage, dan Joker Stage.
Salah satu momen yang paling mencuri perhatian terjadi pada hari pertama ketika DeadSquad berkolaborasi dengan Limbad. Saat DeadSquad membawakan Pasukan Mati di Caravan HYPE Stage, Limbad muncul dan mempertontonkan aksi debus di tengah gempuran musik death-metal.
Hari kedua juga menyisakan banyak momen menarik. Lorjhu' tampil berkolaborasi dengan Bantengan, Seringai membawakan sebagian materi album IV: Anastasis, sementara Barasuara dan 510 ikut menggempur Caravan HYPE Stage.
Panggung utama akhirnya ditutup oleh penampilan FSTVLST dan Ndarboy Genk. Pesta kembang api berukuran besar kemudian menjadi penanda berakhirnya Parti Libur 2026 di tengah cuaca dingin khas Kota Batu.
Kesuksesan tahun ini tidak membuat Gahtan Thoriq cepat puas. Ia sudah mulai memikirkan langkah berikutnya agar Parti Libur terus tumbuh bersama ekosistem musik yang selama ini menjadi bagian penting dari perjalanan festival tersebut.
"Semoga ke depan Parti Libur bisa tumbuh bersama ekosistemnya. Kami sudah mulai memikirkan ide untuk Parti Libur tahun depan," tutup Gahtan Thoriq.
