Trisno Meninggal Dunia Jadi 'Pukulan' Paling Besar Pas Band
Bagi para personel yang sudah puluhan tahun meniti karier bersama, kepergian Trisno bukan sekadar kehilangan seorang rekan bermusik, melainkan bagian dari jiwa Pas Band.
Sang drummer, Sandy, tak mampu menutupi rasa dukanya yang begitu berat.
Saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026), ia mengakui kepergian Trisno menjadi pukulan dan momen kehilangan paling membekas sepanjang sejarah perjalanan Pas Band di industri musik Tanah Air.
Bagi Sandy, karya-karya yang tercipta dari Pas Band selalu lahir dari rasa, chemistry, dan ikatan emosional yang kuat antarpersonel. Hilangnya sosok Trisno otomatis meninggalkan ruang kosong yang begitu besar dan tak tergantikan.
"Karena memang kalau bercermin dengan yang saya bilang tadi, karyanya karena apa yang kita rasain saat itu, ini adalah kehilangan paling besar yang terjadi di Pas Band," ungkap Sandy dengan nada penuh haru.
Selama bertahun-tahun, Trisno tidak hanya memegang peranan penting dalam denyut bass Pas Band, tetapi juga menjadi fondasi kreatif dan sahabat seperjuangan dari panggung ke panggung.
Kehadirannya telah mewarnai perjalanan panjang band rock asal Bandung tersebut sejak masa-masa awal karier mereka.
Kini, musik Pas Band memang akan terus bergema, namun kepergian Trisno akan selalu meninggalkan jejak kenangan mendalam bagi para personel dan seluruh fans.
Rest in peace, Trisno!
