Gabriel Prince dan Naomi Ivo berkolaborasi lewat sebuah single baru berjudul Berdebu Memori. Sebuah karya yang hadir buat menggelitik perasaan pendengar, mengajak mereka menyelami rasa yang dulu pernah ada dan menghadapinya dengan lapang dada.
Berdebu Memori ditulis sebagai track yang berisi ungkapan perasaan jujur tentang seseorang atau sesuatu, yang dulu pernah jadi bagian penting dari hidup kita tapi lalu menjauh seiring waktu. Prince dan Naomi mengajak pendengar untuk mengkonfrontasi lagi perasaan itu.
"Bukan sekadar tentang patah hati, lagu ini adalah ungkapan keberanian untuk menghadapi perasaan yang belum benar-benar selesai," bunyi keterangan pers HP Music diterima Kamis (30/7/2026).
Berdebu Memori menghadirkan POV jujur dan relatable tentang hubungan yang sebenarnya gak pernah benar-benar hilang. Hanya saja perasaannya terkubur oleh ego dan ketakutan memulai kembali.
Liriknya sengaja ditulis dengan sederhana, memudahkan pendengar untuk langsung mencernanya tanpa banyak berpikir. Gabriel Prince dan Naomi Ivo lewat vokal mereka menemani pendengar menelusuri perjalanan dua orang yang sempat kehilangan arah, lalu mencari jalan pulang.
Dalam proses kreatif, Gabriel Prince dan Naomi Ivo berusaha menumpahkan emosi setulus mungkin. Vocal director mereka, Feby Putri, meminta keduanya untuk menyanyikan setiap bait di lagu ini secara jujur.
So, ketika kamu mendengarkannya akan terasa keberanian dalam kerapuhan. Kehilangan dan penyesalan namun tetap ada harapan.
"Buat kami pribadi, lagu ini juga menggambarkan perjalanan persahabatan yang sudah cukup lama kami jalani. Ada banyak momen bertumbuh, belajar memahami satu sama lain, dan menyadari bahwa hubungan apa pun pasti mengalami pasang surut. Tapi kami juga percaya bahwa setiap orang punya kisahnya sendiri," kata Gabriel Prince.
Buat Naomi, interpretasi pendengar mungkin akan berbeda-beda soal lagu ini. Tapi itulah kekuatan terbesarnya.
Ini bisa saja tentang sahabat lama, tapi di saat yang sama juga bisa tentang mantan. Atau mungkin orang-orang dan hal-hal lain yang mengikuti perjalanan kehidupan manusia.
"Mungkin ada yang mendengarnya sebagai lagu tentang mantan, tentang sahabat yang pernah menjauh, tentang keluarga, atau bahkan tentang versi diri mereka yang pernah hilang. Dan menurutku, semua interpretasi itu benar. Karena ketika sebuah lagu sudah sampai ke pendengar, lagu itu bukan lagi milik kami sepenuhnya," tutup Naomi.
Lagu ini siap hadir di penghujung Juli 2026 di semua platform streaming.
(aay/mau)