Puteri Kurniawan Bakar Semangat Kemerdekaan Lewat Menyalalah Indonesia
Single Menyalalah Indonesia lahir di tengah Olimpiade Paris 2024, terinspirasi dari perjuangan atlet-atlet di ajang tersebut. Sebuah pemandangan langka, mungkin sekali seumur hidup, yang kemudian memantik semangatnya buat berkarya.
"Lagu ini saya ciptakan sebagai penyemangat, untuk seluruh masyarakat Indonesia, agar terus percaya bahwa kita mampu membawa bangsa ini semakin maju," ujarnya membara dengan rasa percaya diri dan pikiran positif dalam rilis resmi yang diterima detikcom pada Kamis (16/7/2026).
Lewat musik pop orkestral ini, menurut dia, storytelling dan energi positif bisa disebarkan dengan mudah. Juga membuat pesan yang ingin disampaikan jadi mudah diterima oleh pendengar.
Melalui judul Menyalalah Indonesia terselip makna mendalam dan penuh harapan. 'Menyalalah' merupakan representasi dari semangat untuk terus hidup, keberanian untuk terus melangkah, dan harapan yang gak pernah padam.
Puteri Kurniawan juga bekerja sama dengan sejumlah musisi yang punya visi sama dalam proses produksi lagu ini. Di antaranya Nunik Andiastuti sebagai komposer dan produser, serta Rezzol sebagai arranger.
"Saat mendengarkan hasil akhirnya, saya benar-benar merasakan emosi yang ingin disampaikan lagu ini. Rasanya semua kerja keras selama proses produksi terbayarkan," ungkap dara asal Jawa Timur tersebut.
Dia berharap momentum jelang 17 Agustus ini jadi momentu pas buat kembali memperkenalkan Menyalalah Indonesia. Apalagi semangat nasionalisme masyarakat belakangan makin terasa membara.
Jangan kaget kalau nanti FYP media sosial kamu muncul track ini. Sebab Puteri juga berkolaborasi dengan banyak content creator buat turut menyebarkan pesan positif dari lagunya.
"Semoga kita semua terus menjaga semangat, saling menguatkan, dan tidak pernah berhenti mencintai Indonesia. Apa pun profesi dan peran kita, mari terus memberikan yang terbaik untuk bangsa. Terus berkarya, terus bermimpi, dan biarkan semangat Indonesia selalu menyala di hati kita," tutup mantan Putri FIB UNAIR (Universitas Airlangga) itu.
(aay/aay)
