Band nu-metal Van Der Dijs tengah jadi sorotan setelah semua personelnya tewas dalam gempa dahsyat di Venezuela pada 24 Juni lalu. Ucapan duka masih mengalir deras di skena digital, mengenang karya grup yang disebut paling potensial di genrenya ini.
Semua personel Van Der Dijs yakni Ricardo (Vokal), Miguel (Gitar), Luis (Bass), dan Carlos (Drum), dilaporkan jadi korban gempa bumi berkekuatan 7,2 dan 7,5 SR di wilayah Yaracuy, Venezuela. Jenazah mereka ditemukan di bawah reruntuhan gedung Costamar II, studio rekaman di kawasan Tanaguarena, negara bagian La Guaira.
La Guaria dan Ibu Kota Caracas merupakan kawasan yang palling parah kerusakannya akibat gempa. Dilaporkan korban jiwa telah tercatat lebih dari 3.300 jiwa.
Kabarnya pada saat kejadian, Van Der Dijs sedang sibuk mengerjakan materi lagu baru mereka. Nahas, guncangan hebat gempa tersebut meluluhlantakkan gedung studio hingga ambruk seketika.
Otoritas setempat melaporkan, butuh waktu beberapa hari buat mengevakuasi semua korban dari gedung tersebut. Keempat personel ditemukan di bawah puing-puing bangunan dalam kondisi tidak bernyawa.
Tentu saja kejadian ini sangat tragis buat para fans. Apalagi lima hari sebelum kejadian, band pelantun 15 Minutos itu menggelar konser sold out di Centro de Arte Moderno di Caracas.
Venue konser tersebut juga yang pertama kali mengabarkan berita duka meninggalnya semua personel Van Der Dijs. Keluarga masih belum buka suara soal insiden ini, kemungkinan besar masih berduka karena kehilangan orang terkasih juga sebab kondisi lokal masih kacau balau akibat gempa.
Infrastruktur di sana masih kacau. Membuat penghormatan kepada para korban termasuk Van Der Dijs belum memungkinkan untuk digelar. Meski begitu, banyak usaha dari fans untuk memberi persembahan khusus kepada sang idola lewat internet.
Para penggemar, teman, dan rekan sesama musisi di kancah bawah tanah Venezuela terus memberikan penghormatan melalui media sosial dan kanal YouTube Van Der Dijs untuk memastikan warisan musik dan bakat mereka tidak terlupakan.
(aay/mau)