Fase Pendewasaan The Changcuters di WOW MA, Simpel tapi Niat

Pingkan Anggraini
|
detikPop
The Changcuters merilis album terbaru WOW MA setelah 6 tahun. Album ini menampilkan proses kreatif yang matang dan pengalaman unik bagi pendengar.
Foto: Pingkan Anggraini/detikcom
Jakarta - Siapa sih yang nggak kenal dengan aksi panggung energik dari band asal Bandung, The Changcuters? Setelah sekian lama dinanti, Tria cs akhirnya resmi merilis album terbaru mereka yang bertajuk WOW MA.

Bukan sekadar album biasa, WOW MA menjadi bukti eksistensi mereka yang sudah menginjak usia 22 tahun berkarya. Dalam sesi wawancara, para personel The Changcuters berbagi cerita seru di balik proses kreatif album yang disebut-sebut paling niat ini. Ya bisa dibilang 'Nawaitu' yang simpel tapi matang.

Bagi sang gitaris, Qibil dan Alda, menggarap album ini bukan lagi soal kesulitan teknis, melainkan sebuah tantangan untuk menyuguhkan pengalaman yang berbeda bagi para pendengar.

"Kalau kesulitan, kita gak selalu menganggap kesulitan ya. Tapi persiapan yang kita pengen gitu, kayak ada experience, terus konsep press conference-nya juga agak sedikit berbeda," ungkap Qibil di Queens Head, Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).

"Semuanya itu memang pengen kita perlihatkan di album WOW MA ini. Bahwa album ini begitu diniatkan, 'nawaitu'-nya gitu. Niat tapi simpel. Simpel tapi niat."

Ada alasan kuat kenapa butuh waktu sekitar 6 tahun sampai album ini benar-benar lahir. Alda membocorkan bahwa sejak pandemi melanda, The Changcuters memutuskan untuk bergerak secara mandiri. Segala urusan dapur band kini mereka kelola sendiri nih.

"Mulai pandemi itu kita sudah mulai mandiri. Jadi semuanya itu dilakukan sendiri. Nah itu butuh koordinasi, butuh komunikasi yang lebih intens antara sesama personil. Ya mungkin butuh 6 tahun ini gara-gara prosesnya di situ lah, yang lebih matang pokoknya," jelas Alda.

Sudah dua dekade lebih bersama, sang vokalis, Tria, menegaskan kalau gairah mereka dalam bermusik gak pernah padam. Baginya, merilis karya bukan lagi soal ambisi semata, tapi sudah menjadi kewajiban sebagai sebuah unit band.

"Haus berkarya? Kayaknya bukan haus, HARUS ya," tegas Tria sambil berseloroh.

"22 tahun nge-band, ya memang berkarya itu sudah menjadi hal yang paling utama buat kita. Selama kami berlima masih ada, selama kami masih komit untuk nge-band, ya itu berkarya intinya."

Tria juga menambahkan bahwa ada kepuasan batin yang berbeda saat mereka menggarap sebuah album penuh dibandingkan hanya sekadar merilis single.

"Ada kesenangan tersendiri dalam menggarap sebuah album. Beda dengan cuma single, beda dengan manggung. Memang hobi kita bikin band dan hobi kita bikin karya,"
imbuhnya.

Senada dengan Tria, Dipa juga menekankan bahwa album WOW MA adalah hasil maksimal yang bisa mereka berikan saat ini. Dari urusan rekaman, mastering, promosi, hingga konsep press conference, semuanya dikerjakan sendiri oleh tangan-tangan kreatif para personel.

"Album ini niat banget bikinnya. Untuk sampai saat ini, ini sudah maksimal. Makanya kita berani merilis sekarang karena semua persiapan, semua perencanaan tuh sudah 'lock' lah ibaratnya," kata Tria dan Dipa kompak.

Meski merasa pasti ada saja kekurangan, The Changcuters memilih untuk berani melangkah.

"Kalau kita nanya kurang, ya pasti ada saja. Tapi kapan mulainya kalau terus melihat kekurangan? Jadi kita batasi sampai sini. Ini menurut kita sudah 'ok' untuk sampai saat ini."

Gimana, Changcut Rangers? Sudah siap dengerin album terbaru dari The Changcuters? Langsung sikat di platform musik kesayangan kamu ya.


(pig/pus)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO