Round Up
Cerita Slank Rekaman Republik Fufufafa Berlapar-lapar Puasa
Republik Fufufafa dikerjakan selama bulan puasa tahun 2025. Rekaman cukup menantang karena dalam kondisi fisik yang sedang menahan lapar dan dahaga di bulan Ramadan.
"Album ini udah direkam bulan puasa tahun 2025 kemarin. Jadi kita bener-bener rekamannya di saat bulan puasa. Begitu Magrib, buka bareng, dan bubar gitu. Jadi besok pagi datang lagi. Jadi bener-bener di saat kita nggak makan apa-apa rekaman," ujar Bimbim ditemui di markas Slank Jalan Potlot, Jakarta Selatan, jelang akhir pekan lalu.
Proses rekaman yang berlangsung di Fat Five Studio milik Ridho Hafiedz ini memberikan pengalaman tersendiri bagi sang vokalis, Kaka. Ia merasa kondisi fisik yang sedang berpuasa justru membuat pengerjaan 10 lagu baru ini menjadi lebih berkualitas.
Bimbim juga ngejelasin dalam album ini Slank gak cuma bicara soal kritik, tapi mereka punya pesan untuk orang-orang terkasih, khususnya Bunda Iffet. Momen itu direkam Bimbim dalam lagu berjudul Papa Sid yang ia ciptakan sebagai dedikasi terakhir sebelum sang ibu, Bunda Iffet, tutup usia.
"Dan ada satu lagu gue nyanyi, waktu itu Bunda Iffet masih ada. Jadi di album ini gue bikin lagu dan bernyanyi buat bokap justru. Jadi ada satu track yang judulnya 'Papa Sid'. Itu yang paling apa sih... albumnya belum, udah selesai, belum rilis, eh Bunda meninggal," tutur Bimbim.
Spesial buat perilisan album Republik Fufufafa, Slank bikin sebuah gimmick heboh di Jalan Potlot. Area tersebut penuh dekorasi yang sedemikian rupa menyerupai pemukiman kumuh. Ada dinding seng, papan kayu bekas, dan berbagai coretan grafiti menggambarkan situasi sosial yang sedang carut-marut.
Menariknya, acara peluncuran album juga dimulai dengan para personel Slank hadir dengan menggunakan mobil berwarna kuning. Mereka pun kelihatan 'berulah' dengan mengenakan topeng monyet.
Kelima personel Slank, Bimbim, Kaka, Ivan, Abdee, dan Ridho melakukan aksi teatrikal singkat di depan gerbang sebelum akhirnya masuk ke dalam area peluncuran untuk menyapa para awak media.
Gak berhenti sampai situ aja, gimmick masih berlanjut ke bathtub putih dengan tulisan Slank berwarna merah. Di sekeliling dan di dalam bak mandi tersebut berserakan tumpukan uang dolar kertas, yang dijadikan tempat berfoto ikonik oleh para personel Slank.
Ada lagi nih, Slank juga melakukan prosesi menaikkan bendera Merah Putih di tengah-tengah markas. Uniknya, bendera tersebut awalnya terpasang setengah tiang sebelum akhirnya ditarik hingga penuh ke puncak tiang sebagai simbol harapan bagi bangsa.
(aay/mau)
