Belakangan banyak nih acara-acara konser atau festival musik kehilangan line up mereka dari luar negeri dan berimbas pada penjualan tiket konsernya. Ada yang menanggung kerugian karena tiket gak sold out.
Tapi gak cuma itu, fenomena tiket gak sold out untuk dunia para promotor memang sering terjadi bahkan sebelum adanya masalah geopolitik sekarang. Hal ini menjadi momok, dan gak dipungkiri lagi, ini menjadi hal yang cukup dikhawatirkan para promotor.
So, PK Entertainment pun membahas ini dalam acara ulang tahun mereka yang ke-11, Company Anniversary ke-11 PK Entertainment di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026).
Menjalankan bisnis promotor konser bukan sekadar soal membawa musisi favorit ke tanah air. Peter Hanjani selaku CEO PK Entertainment pun menyadari bahwa tiket tidak sold out merupakan risiko dalam melakukan sebuah bisnis.
"I think kalau di konser atau mau jadi promotor, tidak sold out atau penjualan hanya seberapa itu menjadi risiko," ujar Peter.
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar juga menjadi tantangan yang harus dihadapi promotor saat bernegosiasi dengan manajemen artis internasional. Kendati demikian, pihak penyelenggara berupaya mencari jalan tengah agar kenaikan biaya operasional tersebut gak langsung berimbas pada harga tiket yang memberatkan para penonton.
"Pastinya sih impact-nya ada, tapi ya balik lagi kita selalu melihatnya itu sebagai tantangan. Gimana sih kita kemudian melihat tantangan ini untuk kita navigasikan, sehingga kita tetap bisa dapat artisnya, tetap bisa perform, tetap bisa menyuguhkan konsernya ke konsumen dan tidak membebani konsumen dengan beban yang sebetulnya tidak perlu," ungkap Harry Sudarma selaku COO PK Entertainment.
So, kalau menurut kamu gimana nih guys?
Simak Video "Video: Kenapa Kenaikan Dolar Penting buat Indonesia? "
(pig/dar)