Curhat Musisi Timur Soal Pendapatan Menurun dan Rencana Tinggalkan YouTube

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Ecko Show
Foto: Pingkan Anggraeni/detikpop
Jakarta - Dunia ternyata gak selalu berpihak dengan musisi Timur. Setelah beberapa tahun ini dunia musik diramaikan dengan karya mereka, kini para musisi Timur mulai memikirkan popularitasnya lebih jauh.

Seperti yang tengah dipikirkan Ecko Show. Dia baru saja menyuarakan keresahan sejumlah musisi dari Indonesia Timur terkait menurunnya pendapatan digital mereka di YouTube. Ya, meskipun performa konten dinilai tetap kuat dari sisi jumlah penonton, streams, dan respons audiens.

Dalam keterangan pers, Senin (4/5/2026), Ecko Show mewakili sejumlah rekan musisi dari Timur menilai kondisi ini perlu mendapat perhatian serius dari platform digital besar, terutama YouTube yang selama ini menjadi salah satu ruang utama bagi mereka dalam memperkenalkan karya.

Menurut Ecko Show, banyak musisi, khususnya dari Timur yang selama bertahun-tahun membangun basis pendengar dan penonton secara organik melalui YouTube.

Namun, dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah musisi merasakan adanya penurunan pendapatan yang cukup signifikan dibandingkan dua hingga tiga tahun sebelumnya.

"Views masih bagus, streams masih jalan, audiens juga masih kuat. Tapi revenue yang diterima teman-teman justru terasa semakin menurun. Ini yang membuat banyak musisi mulai bertanya-tanya, sebenarnya apa yang berubah?" ujar Ecko Show.

Ecko Show menegaskan bahwa keresahan ini bukan bentuk penolakan terhadap YouTube, melainkan dorongan agar platform tersebut lebih terbuka dalam menjelaskan sistem monetisasi, perubahan kebijakan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi memengaruhi pendapatan kreator musik.

"Kami menghargai peran YouTube dalam membantu banyak musisi daerah dikenal lebih luas. Tapi ketika performa konten tetap kuat sementara pendapatan menurun, tentu wajar kalau musisi meminta kejelasan. Kami ingin ada dialog yang lebih terbuka," tambahnya.

Namun, Ecko Show juga menyampaikan bahwa para musisi Indonesia Timur mulai membuka peluang untuk menjalin kerja sama dengan platform alternatif apabila ada sistem yang dinilai lebih adil, transparan, dan mampu memberikan apresiasi ekonomi yang lebih layak.

"Kalau ada platform lain yang lebih serius menghargai karya musisi, lebih transparan dalam pembagian pendapatan, dan mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih baik, kami siap mempertimbangkan. Bahkan kalau harus eksklusif, selama skemanya jelas dan adil, teman-teman musisi terbuka untuk itu," tegas Ecko Show.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa para musisi daerah tidak lagi ingin hanya bergantung pada satu platform. Bagi Ecko Show, musisi memiliki hak untuk memilih ruang distribusi yang paling mampu mendukung keberlanjutan karier mereka.

Bukan hanya itu, Ecko Show menilai bahwa Indonesia Timur memiliki potensi musik yang sangat besar, dengan karakter karya, komunitas pendengar, dan loyalitas audiens yang kuat. Karena itu, ia berharap platform digital, distributor, agregator, label, dan pelaku industri musik dapat melihat potensi tersebut secara lebih serius.

Menurutnya, isu ini bukan hanya tentang turunnya pendapatan di satu platform, tetapi tentang masa depan ekosistem musik digital Indonesia yang lebih sehat dan berkeadilan.

Ecko Show berharap pernyataan ini dapat membuka diskusi yang lebih luas antara musisi, platform digital, dan para pemangku kepentingan industri musik.

Ia menilai sudah saatnya suara musisi daerah lebih didengar, terutama mereka yang selama ini ikut memperkaya keragaman musik Indonesia di ruang digital.

"Kami tidak sedang mengancam. Kami sedang menyampaikan bahwa musisi juga punya pilihan. Musisi punya karya, punya pasar, dan punya komunitas. Yang kami cari adalah platform yang benar-benar menghargai itu," tutur Ecko Show.


(pig/ass)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO