SkySpirit Vol. 4: Kolaborasi Orkestra dan Drama

Muhammad Ahsan Nurrijal
|
detikPop
SkySpirit Vol. 4
SkySpirit Vol. 4 (Foto: Ahsan Nurrijal/detikcom)
Jakarta - Balai Kartini seketika bergetar saat gemuruh aransemen orkestra membuka gelaran SkySpirit Vol. 4. Event tahunan SMA Labschool Kebayoran ini tidak sekadar menyajikan konser musik biasa, melainkan sebuah pertunjukan teatrikal yang megah.

Penonton langsung disambut dengan kemeriahan lagu Dancing Queen milik ABBA yang dibawakan dengan aransemen orkestra penuh energi, memberikan atmosfer pesta sejak menit pertama.

Kepala BPS Labschool UNJ, Prof. DR. Totok Bintoro, M. Pd., yang hadir menyaksikan langsung menyatakan kekagumannya terhadap totalitas para siswa. Ia melihat acara ini sebagai wadah pembentukan karakter yang sangat efektif melalui seni.

"Hari ini satu momen yang membanggakan bagi Labschool. Anak-anak berekspresi dari mulai berimajinasi, bagaimana mengapresiasi, akhirnya berkarya yang akan diapresiasi orang lain," kata Prof. DR. Totok Bintoro, M. Pd.

Kemeriahan pembuka perlahan berganti menjadi suasana romantis nan hangat saat lagu Can You Feel the Love Tonight mengalun. Di sela-sela pergantian lagu, perhatian penonton tertuju pada sosok narator yang tampil dramatis.

Sang naratornymembawakan cerita tentang ambisi besar menjadi konduktor handal. Dinamika emosi sang narator dalam mengejar mimpinyamimpinya menjadi benang merah yang mengikat setiap nada yang dimainkan.

"SkySpirit ini kan memang pagelaran seni musik akustik yang memang menghadirkan talenta-talenta dari SMA Labschool Kebayoran tuh hadir di ruang publik," beber Dr. Suparno, S.Pd., M.M., selaku Kepala Sekolah SMA Labschool Cirendeu.

SkySpirit Vol. 4SkySpirit Vol. 4 Foto: Ahsan Nurrijal/detikcom

Panggung sempat berubah menjadi lebih intim lewat permainan akustik lagu Mangu yang syahdu, sebelum akhirnya tensi kembali naik saat orkestra memainkan Fix You dari Coldplay dan lagu Noah, Cobalah Mengerti.

Aransemen orkestra yang megah memberikan dimensi baru yang lebih dalam pada lagu-lagu populer tersebut, seiring dengan perkembangan cerita sang narator yang terus berjuang memahami teknik memimpin musik.

"Jadi beralur gitu, ada yang bernarasi tentang kesedihan, dilanjutkan dengan lagu-lagu yang sesuai dengan karakter si naratornya, dan di ending-nya itu ceritanya happy ending," jelas Maya Safira, S.Pd., selaku Ketua Pelaksana SkySpirit Vol. 4.

Memasuki sesi yang lebih kontemplatif, SkySpirit Vol. 4 menyuguhkan segmen musikalisasi puisi yang memukau. Penonton dibawa berkelana lewat kata-kata puitis dalam Jakarta Bagai Kilau Permata dan Danau Hijau Menghampar di Rimbun Pepohonan.

Suasana semakin emosional saat melodi 'Ingin Diam di Hatimu dan Serenada Biru dibawakan dengan penuh penghayatan, menciptakan momen hening yang indah di dalam aula.

"Konsep kita tahun ini tuh kita bercerita melalui lagu, dari kita masa kecil sampai kita nanti tumbuh dewasa. Jadi ada proses-prosesnya gitu, misal dari jatuh cinta, lalu tumbuh menjadi besar, terus nanti bertemu tantangan-tantangan dalam hidup," pungkas Kyra Torrita, Project Manager SkySpirit Vol. 4.

Seluruh pemain orkestra kembali bersatu membawakan Everybody's Changing dari Keane. Lagu ini menjadi simbol perubahan dan pendewasaan, selaras dengan perjalanan sang narator yang akhirnya berhasil menemukan jati dirinya di atas panggung.


(ahs/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO