Pro Kontra Penampilan no na di Rollerblade
Lirik yang no na ceritain di Rollerblade juga menggambarkan Indonesia banget. Memang gak ada yang kurang, apalagi no na hadir di pasar internasional dengan membawa warna Indonesia yang kental.
Baca juga: Akhirnya no na Rilis Lagu Rollerblade |
Sama hal nya dengan karya no na sebelumnya, Work yang dirilis awal 2026, Rollerblade juga mendapat sambutan yang epik dari publik. Video musik Rollerblade ditonton lebih dari 1,8 juta setelah 1 pekan perilisannya.
Banyak yang bilang, pencapaian no na di Rollerblade ini bahkan melebihi Work.
Tapi, memang terkadang di tengah sebuah popularitas seseorang, ada aja pro kontranya.
Di media social lagi banyak banget yang bahas no na. Ada yang gak setuju dan menghujat Baila, Esther, Shaz dan Christy loh.
Mereka semua terfokus pada Rollerblade yang digadang-gadang menonjolkan musik gamelan banget. no na disebut gak pantas menggabungkan itu dengan pakaian mereka yang dianggap gak sesuai dengan budaya Indonesia.
Tapi, gak sedikit juga yang membela no na dengan penjelasan bahwa budaya Indonesia selama ini datang dari Eropa.
"Kalau dibandingkan dengan tarian Ronggeng atau Jaipong apakah pakaian-pakaiannya mencerminkan budaya yang dimaksud? Bukannya perempuan semasa sebelum kemerdekaan menggunakan kemben? Budaya seperti apa yang dimaksud?" tegas salah satu akun yang membela no na.
Meski menuai pro dan kontra, banyak orang juga merasa karya no na sekarang menjadi pembuktian mereka bahwa Indonesia juga bisa menyentuh pasar dunia. Semangat no na!
(pig/wes)











































