Ndhank Eks Stinky Meninggal Dunia Usai Sempat Koma
Sebelum berpulang, Ndhank sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Manado, Sulawesi Utara. Ia dikabarkan berada dalam kondisi koma dan menggunakan alat bantu pernapasan.
Informasi tersebut sempat beredar di kalangan awak media melalui pesan berantai.
"Assalamualaikum sahabat Aksi ππ» mohon doanya untuk sahabat kita Ndang Stingky sedang mengalami koma," bunyi pesan berantai yang beredar pada Sabtu (18/4/2026).
"Kabarnya beliau sedang dirawat di rumah sakit Manado ππ»ππ» mohon bantu doanya agar sahabat kita bisa segera pulih dari sakit yg dideritanyaππ»ππ»," lanjut pesan tersebut.
Kabar wafatnya kemudian dikonfirmasi oleh Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia melalui unggahan di media sosial resmi mereka.
"Kami segenap keluarga besar AKSI (Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia) mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya Ndhank Surahman Hartono," tulis pernyataan tersebut.
Semasa hidup, Ndhank dikenal sebagai gitaris sekaligus pencipta lagu di Stinky. Ia melahirkan sejumlah karya populer yang membekas di industri musik Indonesia, seperti "Mungkinkah" dan "Jangan Tutup Dirimu".
"Karya-karya fenomenal beliau telah menjadi bagian penting dalam perjalanan musik Indonesia dan akan terus dikenang lintas generasi," tulis AKSI.
Selain berkarya, Ndhank juga dikenal vokal dalam memperjuangkan hak cipta. Ia aktif menyuarakan perlindungan bagi pencipta lagu, termasuk pernah melayangkan somasi terkait royalti lagu "Mungkinkah".
"Almarhum juga dikenal sebagai seorang pejuang hak cipta yang berkomitmen dalam memperjuangkan penghargaan terhadap karya serta perlindungan bagi para pencipta lagu di Indonesia. Beliau juga merupakan bagian dari keluarga besar AKSI yang turut menjadi ruang perjuangan dan pengabdian dalam industri musik," lanjut pernyataan tersebut.
Di akhir pernyataan, AKSI menyampaikan doa bagi almarhum dan keluarga yang ditinggalkan.
"Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tutupnya.
(fbr/nu2)











































