The Rolling Stones Gak Pernah Izinin Lagunya Mejeng di Dokumenter Melania Trump
Pihak Mick Jagger secara tegas bilang gak pernah memberikan izin atas penggunaan lagu Gimme Shelter dalam film itu. Ya omongan ini menjadi sebuah bantahan atas apa yang produser film Melania ungkapkan kemarin.
Nah kalau kamu belum tahu, polemik ini bermula ketika produser dokumenter Melania, Marc Beckman, menyatakan bahwa Jagger terlibat langsung dalam proses perizinan. Tapi, pernyataan itu langsung dimentahkan oleh seseorang yang dekat dengan Mick Jagger.
"Kesepakatan lisensi dibuat secara eksklusif antara pemegang hak cipta ABKCO dan produser Melania. Band sama sekali tidak ada hubungannya dengan hal itu," kata perwakilan resmi The Rolling Stones, mengutip dari Guardian, Rabu (4/3/2026).
Jadi permasalahannya berakar pada kepemilikan hak siar karya-karya lawas The Rolling Stones. Sejak awal 1970-an, hak atas katalog rekaman sebelum tahun 1971, termasuk lagu Gimme Shelter, Satisfaction, hingga Sympathy for the Devil dikuasai oleh perusahaan yang didirikan mendiang Allen Klein, ABKCO.
Secara kontraktual, ABKCO memiliki wewenang hukum untuk melisensikan lagu-lagu tersebut tanpa persetujuan langsung dari para personel band.
Meski hubungan antara band dan ABKCO telah membaik selama 50 tahun terakhir, penggunaan lagu untuk kepentingan politik atau tokoh yang kontroversia, bagi The Rolling Stones tetap menjadi isu sensitif.
Mick Jagger sendiri sebenarnya dikenal cukup terbuka soal komersialisasi karya. Bantahan keras dari pihak bintang rock n' roll itu diduga karena dipicu oleh sejarah panjang perseteruan antara The Rolling Stones dengan Donald Trump.
Baca juga: Donald Trump VS Musisi |
Sejak kampanye 2016 hingga 2020, Donald Trump sering banget memutar lagu-lagu Stones di rapat umum politiknya meskipun telah dilarang keras oleh band.
Puncaknya terjadi pada tahun 2020, saat The Rolling Stones bekerjasama dengan organisasi hak pertunjukan untuk memblokir penggunaan katalog mereka dari kampanye Trump melalui jalur hukum.
Perseteruan ini bahkan sudah terjadi jauh sebelum Trump terjun ke politik. Pada Desember 1989, di Atlantic City, Keith Richards dikabarkan hampir menyerang Trump dengan pisau karena Trump melanggar kesepakatan kontrak promosi konser.
Nah sampai sekarang, pihak ABKCO belum memberikan pernyataan resmi terkait sengkarut lisensi lagu di dokumenter Melania Trump tersebut.
So, kalau menurut kamu gimana?
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
