Danila dan Is Pusakata Sebut Kolaborasi Bareng Haddad Alwi Bak Mimpi Jadi Nyata
Jelang tampil, Danilla mengaku tak punya persiapan yang terlalu rumit. Ia memilih rileks sebelum naik ke atas panggung.
"Persiapannya tadi mandi dulu. Tapi memang betul, jarang ini (mandi) biasanya. Jadi ya itu, terus apa namanya, ngedengerin lagi materi yang akan dibawakan malam ini. Sama sebetulnya lebih ke rileks, karena nanti malam itu akan menjadi pertunjukan yang bersenang-senang sama-sama di atas panggung untuk semuanya," kata Danilla di M Bloc Space, Jakarta Selatan pada Sabtu (28/2/2026).
Sementara itu, Is Pusakata yang sebelumnya dikabarkan sempat mengalami cedera akan tampil penuh semangat. Ia menyebut musik hanyalah medium, sementara yang terpenting adalah proses pertemuan dan kebersamaan.
"Kalau saya ditanya, musik akhirnya menjadi media aja. Tapi seperti kata Abi, yang paling penting pertemuan, segala prosesnya itu kita bersenang-senang ya, Bi. Lebih banyak ngobrol di pelataran secara Selatan kemarin, bikin karya dadakan nggak nyampe 2 jam jadi lagu. Capek yang ngisi, tiba-tiba panggil Mas Yuji, saya main bass sendiri. Akan ada lagu baru yang kita bawain hari ini," ujar Is.
Bagi Is, bisa satu panggung dengan Haddad Alwi menjadi pengalaman emosional. Ia mengaku tumbuh dengan karya-karya sang musisi religi tersebut.
"Mimpi yang kayak-kayak mimpi jadi nyata ya, maksudnya saya besar dengan karya-karya beliau. Nggak ada album yang kalau suasana 17-an sama Ramadan itu diputar mulu. Di kampung saya begitu. Mobil Kijangnya itu keliling di kampung sambil memberikan penyuluhan kesehatan, lagu-lagunya diputar kenceng-kenceng. Dan hari ini saya ada sama Abi tuh kayak masyaallah, seneng banget sih," tuturnya.
Proses kreatif lagu baru mereka pun terbilang cepat. Is terinspirasi dari obrolan bersama Haddad Alwi dan orang-orang di sekitarnya.
"Iya, dengar cerita Abi, dengar cerita teman-temannya Abi. Saya pengin ada lagu begini, ya udah langsung bikin di situ juga dan alhamdulillah udah direkam, udah di-mastering," katanya.
Lagu tersebut berjudul *Menghitung*. Is menjelaskan makna di baliknya.
"Abi pengen ada sebuah lagu yang berbicara tentang betapa besarnya cinta seorang ibu, seorang ayah. Ternyata itu nggak ada apa-apanya dibanding cintanya Rasul kepada kita. Ternyata itu nggak ada apa-apanya dibanding cinta Yang Punya Kehidupan ke kita. Bisa nggak kita ngitung. Jadi judulnya 'Menghitung'."
"Nggak terhabis bisa dihitung," pungkasnya.
