Fans Indonesia Putar Musik 32 Miliar Kali Sepanjang 2025
Data ini dirilis Luminate dalam laporan Asia: A Global Force In Music, diakses detikpop pada Jumat (27/2/2026). Dalam laporan ini diperlihatkan bagaimana pasar musik Asia berkembang dan berkontribusi buat panggung musik dunia.
Mengutip laporan yang dibuat Robert Steiner tersebut, Indonesia ada di posisi #5 pendengar streaming musik on-demand yang menggunakan layanan premium. Unggul dari Thailand, Taiwan, Malaysia, Singapura, hingga Hong Kong yang berturut-turut ada di posisi 6-10.
Streaming musik on-demand maksudnya secara aktif memilih dan memutar track spesifik di waktu yang spesifik juga. On-demand ada yang gratis, ada yang berbayar atau premium. Platform-nya bisa Spotify, YouTube Music, atau Apple Music.
Jepang ada di urutan pertama daftar ini dengan total streaming on-demand premium mencapai angka fantastis 151 miliar. Angka ini naik dari 140 miliar di tahun 2024.
Lalu di posisi 2-4 ada India (78 miliar), Korea Selatan (67 miliar) dan Filipina (46 miliar). Hong Kong jadi penutup top 10 negara dengan total streaming musik on-demand premium terbanyak di Asia di angka 8 miliar, stabil dari tahun lalu.
Laporan yang sama juga memuat jumlah streaming dengan iklan (gratis, ad-supported) sepanjang tahun 2025. Data Luminate menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah pengguna platform streaming musik gratis terbanyak kedua setelah India.
Indonesia ada di posisi #9. Total pengguna platform streaming on-demand gratis (video dan audio) mencapai 82%. Berarti baru 18% saja yang mau membayar biaya berlangganan.
Sementara di daftar yang sama, Korea Selatan ada di urutan #1. 87% pengguna platform streaming di Negeri Ginseng sudah subscribe ke premium, sementara 13% sisanya masih gratisan.
Singapura, Jepang, Hong Kong, Taiwan, Malaysia, Thailand, dan Filipina berturut-turut ada di posisi #2 hingga #8. India menutup daftar ini di peringkat #10 dengan total 84% user masih menggunakan ad-supported stream, dan 16% premium.
"(Di India) kami menentang pembayaran langganan untuk apa pun kalau ada opsi gratis. Fans akan lebih suka menghabiskan uang mereka untuk pengalaman nyata, di mana mereka bisa mendapat sesuatu yang ril," kata Prarthana San, periset musik dari Bengaluru soal culture pendengar musik di India.
Mungkin Indonesia juga kayak gitu, ya? Sayangnya Luminate gak mencantumkan kutipan dari ahli yang meneliti perilaku fans musik Tanah Air dalam laporan tersebut.
(aay/tia)











































