Stigma yang melekat pada dunia musik EDM sampai kepada pelaku industrinya, dics jockey atau DJ kebanyakan sangat negatif. Mengaitkan dunia malam dengan sebuah genre musik.
Sebenarnya bukan semuanya seperti itu, melainkan 'habitat' musik EDM yang kerap beririsan dengan dunia malam.
Seperti yang mau dijelaskan Safapolly, musisi yang mengawali karirnya sebagai personel girl group V1RST pada 2022. Kali ini langkahnya tepat di atas panggung bersama alat musiknya sebagai DJ.
Kali ini Safapolly hadir tidak dengan mikrofon sebagai penyanyi utama, melainkan berdiri di balik turntable sebagai seorang DJ. Dalam perjalanan barunya ini, putri dari artis Lita Keysha itu membawa misi khusus untuk mematahkan stereotip negatif yang kerap melekat pada DJ wanita.
Safapolly sebelumnya memulai kursus profesional pada November 2025 dan tampil perdana di Januari 2026 sebagai DJ. Safapolly menegaskan bahwa keputusannya ini didasari oleh passion bermusik yang kuat, bukan sekadar mengikuti tren.
Transisi dari penyanyi idola ke DJ bukanlah lompatan yang jauh. Keduanya tetap berbicara dalam bahasa yang sama: musik.
"Sebenarnya menurut aku pribadi karena sama-sama musik. Ini tentang BPM, tentang tempo, tentang lagu. Jadi aku masih senang mainnya," ujar Safapolly dalam keterangan pers, Rabu (18/2/2026).
Safapolly menyebut Baile Funk dan EDM sebagai genre favoritnya saat ini, dengan Peggy Gou, Hugel, dan Baby J sebagai influence terbesarnya dalam bermusik.
Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Safapolly saat terjun ke industri ini adalah stigma masyarakat. Profesi DJ wanita sering kali dipandang sebelah mata dan dikaitkan dengan perilaku negatif karena lingkungan kerja dunia malam.
Melalui kemampuannya, Safapolly ingin membuktikan bahwa anggapan tersebut salah.
"Untuk teman-teman di luar sana, stop stereotype. Kalau ceweknya DJ itu artinya cewek gak benar. Karena gak semua orang seperti itu. Ada orang yang benar-benar nge-DJ karena memang suka musik," tutur Safapolly.
Ia menekankan pentingnya menjaga diri dan profesionalisme. Dalam hal penampilan, Safapolly memilih gaya yang fashionable dan elegan, alih-alih sekadar tampil terbuka.
Langkah Safapolly ini mendapat dukungan penuh dari sang ibu, Lita Keysha, yang juga memiliki latar belakang di dunia hiburan. Menurut Safapolly, ibunya sangat suportif karena memahami seluk-beluk industri entertainment.
Ke depannya, Safapolly berharap bisa merilis karya orisinalnya sendiri sebagai produser musik dan berkolaborasi dengan DJ internasional seperti idolanya, Peggy Gou.
Saat ini, Safapolly aktif tampil di berbagai venue ternama seperti Social Garden dan acara kolektif musik.
Simak Video "Video Kelakar Herjunot Ali Jawab Lebih Cuan Jadi DJ atau Aktor"
(pig/pus)