Green Day Akhirnya Tampil di Super Bowl LX, Tapi Lirik Politisnya Dihilangkan

Pingkan Anggraini
|
detikPop
Green Day tampil memukau di Super Bowl LX, membawakan lagu ikonik namun menghilangkan lirik politis. Penampilan berbeda dari konser sebelumnya.
Foto: Instagram @Greenday
Jakarta - Setelah banyak drama tentang penampilan Green Day di Super Bowl LX tahun ini, akhirnya Billy Joe Armstrong cs tampil memukau pada 8 Februari 2026. Mereka membuka Super Bowl LX di Levi's Stadium dengan membawakan beberapa lagu ikonik.

Penampilan diawali dengan Good Riddance (Time Of Your Life) sebelum berlanjut ke Holiday, salah satu lagu paling politis dalam katalog mereka.

Dua bait awal dinyanyikan seperti biasa, tetapi saat memasuki bagian jembatan lagu yang kontroversial, yang memuat sindiran tajam kepada Presiden AS saat lagu itu dirilis pada 2004, band ini melewatinya begitu saja dan langsung menutup lagu.

Ya, lirik-lirik paling politis dari sejumlah lagu justru dihilangkan. Hal serupa juga mereka lakuin ketika membawakan American Idiot nih.

Jadi beberapa tahun terakhir, Billy dan personel lainnya kerap mengubah lirik saat konser menjadi kritik langsung terhadap agenda politik Trump (MAGA). Namun kali ini, setelah chorus pertama, mereka beralih ke bagian instrumental dan solo gitar, menghilangkan bait tersebut sepenuhnya.

Sejumlah mantan MVP Super Bowl turut naik ke panggung saat penampilan ditutup. Mereka juga membawakan Boulevard of Broken Dreams.

Yup, penampilan mereka ini berbeda banget jika kamu bandingin dengan penampilan Green Day di panggung lain. Bahkan dua hari sebelumnya mereka manggung di acara Spotify dan FanDuel di San Francisco dan Green Day masih terus melempar kritiknya di lirik lagu.

Tapi kali ini Billy Joe Armstrong tidak terbuka melontarkan kritik keras terhadap aparat imigrasi dan gak menyanyikan semua lirik politis di Super Bowl.

Bisa dibilang, Green Day mengikuti flow yang ada ketika manggung di Super Bowl. Mereka seakan menahan diri dan gak kayak biasanya.

Seperti yang kamu tahu, American Idiot menjadi luapan kemarahan terhadap situasi politik Amerika era George W. Bush dan mengukuhkan Green Day sebagai salah satu suara politik terkuat di musik populer.

Sepanjang waktu bahkan sampai dua hari sebelum manggung di Super Bowl, sikap kritis band ini gak pernah berubah cuy. Mereka kerap mengkritik pemerintahan Trump dalam tur terbaru.

(pig/ass)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO