Musik AI Bikin Ketar-ketir, Streaming Jutaan hingga Tembus Billboard
Misalnya di Amerika Serikat yang bikin sejarah: lahirlah Xania Monet, penyanyi digital pertama yang berhasil debut di tangga lagu Billboard!
Yup, bukan manusia, tapi artis AI beneran. Semuanya dimulai dari ide seorang penulis lagu asal Mississippi, Telisha 'Nikki' Jones.
Xania Monet diciptakan oleh Jones lewat bantuan platform musik berbasis AI bernama Suno, yang belakangan jadi populer di kalangan kreator. Lagu-lagu Xania beraliran R&B modern, dengan lirik yang tetap punya kedalaman emosional dan nuansa manusiawi.
Lanjut ada juga Sienna Rose yang lagi hangat diperbincangkan di jagat musik dunia nih. Jelas dong, secara Sienna Rose ini diduga adalah produk AI yang sebenarnya gak pernah ada orangnya.
Dikutip dari BBC, Selasa (20/1/2026), Sienna Rose menjadi salah satu penyanyi yang selalu disarankan untuk didengar di aplikasi streaming berbayar. Hal itu bikin banyak orang penasaran dan langsung membuka profile Sienna Rose.
Di Spotify, lagu yang paling hits dari Sienna Rose adalah Into The Blue. Perpaduan musik jazz dengan soul yang apik pada Into The Blue membuat lagu itu sudah didengar banyak orang selama lebih dari 6 juta kali.
Kemudian banyak orang akhirnya ramai berbondong mencari tahu Sienna Rose yang ternyata dia juga gak pernah kelihatan tampil di televisi atau secara live. Tapi bayangkan, streamersnya sampai saat ini menyentuh lebih dari 3 juta kali per bulan.
Lalu ada band Broken Avenue yang hits banget di Spotify tapi kedapatan mencatut hits-hits musik lainnya. Duh, bikin heboh deh.
Jadi, lagu-lagu dari Broken Avenue ketahuan memiliki kesamaan musik, sound hingga sound vokalnya dengan Counterparts, Knocked Loose dan The Devil Lost Prada.
Broken Avenue sudah punya ratusan ribu pendengar di Spotify karena musiknya yang terdengar familiar banget.
Gak cuma itu, artwork dari album-album mereka juga persis banget dengan Counterparts dan lainnya.
Netizen akhirnya terpecah belah nih. Ada yang suka dengan Broken Avenue tapi lebih banyak yang marah nih.
So, dari tiga kasus di atas banyak orang akhirnya mikirin AI menjadi dua mata pisau yang siap menyerang kapan aja.
Kalau menurut kamu gimana?
(pig/dar)











































