Sibuk Urus Film, Ifan Seventeen ke Dapur Rekaman Lagi
Lagu ini bercerita tentang hubungan yang perlahan berubah, ketika kebersamaan masih ada, namun perasaan tidak lagi sama seperti dulu.
Lewat lagu yang diciptakan oleh Ifan Seventeen dan Opik Kurdi ini, kamu diajak menengok kembali momen-momen sederhana dalam hubungan, seperti kapan terakhir berbincang dari hati ke hati, saling menatap, dan mengucapkan cinta. Dari situ muncul kesadaran jarak bukan selalu soal fisik, melainkan perasaan yang perlahan menjauh.
Tertera dalam keterangan pers, Kamis (8/1/2026), lagi ini menggambarkan situasi ketika salah satu atau kedua pihak sudah tidak lagi mampu bersama, namun masih bertahan karena kebiasaan.
Baca juga: Lagu Ifan Seventeen Buat Prabowo |
Lagu ini menyampaikan pesan bahwa rindu dan cinta tidak bisa dipaksakan. Ketika hati sudah lelah dan perasaan berubah, memaksa hanya akan melukai lebih dalam.
Alih-alih mempertahankan hubungan dengan setengah hati, lagu ini memilih sikap yang tenang dan jujur. Merelakan bukan berarti melupakan, melainkan menyimpan kisah yang pernah ada, lalu menutup ruang di hati agar bisa melangkah ke depan dengan lebih utuh.
Secara musikal, lagu ini hadir dengan aransemen sederhana namun emosional. Karakter vokal Ifan Seventeen yang hangat dan penuh penghayatan membuat cerita dalam lagu ini terasa dekat dan mudah dirasakan oleh pendengar.
"Lagu ini tentang banyak pasangan di luar sana yang sebenarnya sudah berada di titik saling mengkhianati perasaan sendiri. Mereka berbohong pada diri mereka masing-masing, tetap bertahan meski sudah sangat tidak nyaman, karena takut keluar dari zona aman," ujar penyanyi yang juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) itu.
Single ini menjadi bagian dari album Resonance, sebuah karya yang membawa Ifan Seventeen kembali ke fase emosional dan lekat dengan perjalanan musikalnya bersama Seventeen.
Kata Resonance berasal dari istilah resonansi, yaitu getaran suara yang merambat melalui udara. Judul ini dipilih karena Ifan ingin setiap lagu dalam album tersebut menghadirkan getaran emosi yang bertahan lama, bahkan setelah lagu selesai didengarkan.
Nantinya album ini akan berisi 10 lagu yang akan saling melengkapi dan membentuk satu benang merah emosional, menjadikan Resonance sebagai album yang tidak hanya didengar, tetapi juga dirasakan.
So, untuk Jangan Paksa Rindu (Beda) serta album Resonance resmi dirilis pada 9 Januari 2026 dan tersedia di seluruh digital streaming platform.
