Pearl Jam Bisa Jadi Penyelamat, Lagu Even Flow Direkomendasikan untuk CPR

Dicky Ardian
|
detikPop
Pearl Jam
Foto: Pearl Jam
Jakarta - Grunge bukan cuma soal flanel, celana robek, dan lagu galau era 90-an. American Heart Association (AHA) membuktikan kalau musik juga bisa punya fungsi yang jauh lebih serius: membantu menyelamatkan nyawa.

Lewat unggahan media sosial terbarunya, AHA menyebut lagu klasik Even Flow milik Pearl Jam sebagai salah satu lagu dengan tempo yang pas untuk melakukan CPR hands-only, alias resusitasi jantung paru tanpa napas buatan.

Buat yang belum tahu, ritme adalah kunci dalam CPR. Kompresi dada harus dilakukan dengan tempo yang konsisten, gak boleh terlalu pelan, gak boleh terlalu cepat. Menurut AHA, kecepatan idealnya ada di kisaran 100-120 tekanan per menit.

Di sinilah Even Flow masuk. Lagu grunge ikonik ini punya tempo sekitar 105 ketukan per menit, yang dianggap pas banget buat dijadikan panduan ritme saat melakukan kompresi dada.

"Kenakan kemeja flanel dan celana jeans robek Anda, putar Pearl Jam, dan pelajari cara menyelamatkan nyawa dengan CPR tanpa napas buatan," tulis AHA dalam unggahan Instagram mereka, dikutip Rabu (24/12/2025).

"Jika Anda melihat remaja atau orang dewasa pingsan, hubungi 911 dan tekan dengan keras serta cepat di tengah dada mengikuti irama lagu 'Even Flow'," lanjut keterangan tersebut.

AHA memang punya cara unik dalam mengedukasi publik soal CPR. Daripada pakai hitungan kaku, mereka justru memilih pendekatan yang lebih gampang dipahami. Sebelumnya, AHA juga menyebut Not Like Us dari Kendrick Lamar dan El ClΓΊb milik Bad Bunny sebagai lagu dengan tempo yang cocok untuk CPR.

Tahun lalu, giliran album Brat milik Charli XCX yang masuk radar. Lagu-lagu seperti Spring Breakers dan 360 disebut punya tempo 120 ketukan per menit-angka ideal buat CPR tanpa alat bantu pernapasan.

Sementara itu, Pearl Jam lagi aktif di dunia musik. Eddie Vedder baru-baru ini tampil dalam pesta Natal perusahaan berskala besar, dan sepanjang tahun ini band tersebut juga sibuk tur di Amerika Serikat untuk mempromosikan album terbaru mereka, Dark Matter, yang mendapat respons positif dari kritikus.

(dar/dar)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO