×
Ad

Tensi Tinggi Jepang-China, Maki Otsuki Dipaksa Berhenti Manggung di Shanghai

Dicky Ardian - detikPop
Minggu, 30 Nov 2025 19:52 WIB
Foto: Instagram Maki Otsuki
Jakarta -

Festival anime Jepang di Shanghai yang harusnya berlangsung tiga hari tiba-tiba berubah jadi drama besar. Acara yang digelar mulai Jumat (28/11) itu dibatalkan setelah penampilan penyanyi Jepang, Maki Otsuki, yang ngehits lewat lagu tema One Piece, dipaksa berhenti di tengah panggung.

Padahal sejak pagi, venue ramai banget, berdasarkan laporan Japan Times, dilihat pada Minggu (30/11/2025). Booth One Piece, Mobile Suit Gundam, dan berbagai atraksi lain diserbu para penggemar anime lokal. Tapi semua berubah ketika malam tiba.

Di tengah Maki Otsuki sedang bernyanyi, lampu tiba-tiba mati dan suara musik diputus, membuat penampilannya terhenti begitu saja. Dua orang staf langsung naik ke panggung dan menggiring Otsuki turun.

Menurut pernyataan resminya, agensi Otsuki menulis, "Tiba-tiba menghentikan penampilan karena keadaan yang tidak dapat dihindari." Penampilannya untuk hari berikutnya pun otomatis dibatalkan.

Insiden ini terjadi di tengah panasnya hubungan Jepang-China setelah pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi tentang kemungkinan krisis Taiwan. Dampaknya langsung terasa: acara-acara Jepang di China mulai kena imbas, satu per satu dibatalkan.

Bahkan konser Ayumi Hamasaki, yang harusnya digelar Sabtu (29/11) di Shanghai, mendadak dibatalkan pada Jumat pagi, padahal persiapan sudah hampir selesai.

Situasinya makin jelas setelah Bandai Namco Festival 2025, yang seharusnya berlangsung sampai 30 November, mengumumkan lewat WeChat seluruh event dibatalkan.

Kelompok idol Jepang Momoiro Clover Z, yang terjadwal tampil pada 29 November, juga ikut terdampak. Begitu juga sejumlah musisi Jepang lainnya seperti pianis jazz Hiromi Uehara dan pertunjukan musikal Pretty Guardian Sailor Moon.

Jurnalis dan pengamat pop culture Asia, Soichiro Matsutani, menyebut kondisi ini sangat disayangkan. Pemerintah Jepang sedang gencar mendorong konten hiburan seperti anime dan video game ke pasar global, tapi situasi politik justru memperketat ruang gerak artis Jepang.

Menurut Matsutani, "Situasi industri hiburan Jepang bisa menjadi lebih sulit, mengingat pernah terjadi hal serupa sekitar satu dekade lalu ketika China dan Korea Selatan berseteru soal sistem pertahanan rudal, yang kemudian membuat drama-drama Korea dibatasi penayangannya di China."



Simak Video "Video: Bisnis Travel Terkena Dampak Hubungan Panas China-Jepang"

(dar/wes)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Foto

detikNetwork