Kehadiran AI Jadi Dua Mata Pisau di Industri Musik
Di satu sisi, AI bisa jadi tools canggih untuk mendorong kreativitas, tapi di sisi lain, ada potensi penyalahgunaan yang memicu sengketa hukum.
Musisi Ari Bias pun angkat bicara soal fenomena ini nih guys. Menurutnya, persoalan hukum yang belum lama ini mencuat terkait penggunaan AI dalam pembuatan lagu sebenarnya bukan salah teknologinya.
"Karena AI itu disediakan hanya sebagai tools, seperti main musik, ada gitar, ya gitar itu kan tools dia memainkan skill-nya. Jadi AI juga dia harus memiliki skill untuk menggunakan AI itu, jadi gak semua orang bisa," ujar Ari Bias di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (11/11/2025).
Ari Bias meluruskan, kasus yang ramai diperbincangkan bukanlah soal penggunaan AI, melainkan wanprestasi atau pelanggaran kontrak.
Dalam perjanjian, si pencipta lagu diwajibkan menyerahkan puluhan lagu asli, namun kesepakatan itu tidak terpenuhi.
"Jadi itu sebenarnya kasus hukum wanprestasi, bukan salah AI-nya."
Kasus ini merujuk pada Fasal Hasan alias Luciano, yang dilaporkan atas dugaan penipuan karena membuat lagu pesanan menggunakan AI, padahal perjanjiannya adalah lagu yang dibuat secara manual.
Akibatnya, korban mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah karena lagu yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan dan tidak bisa dimainkan secara langsung oleh band.
Lebih lanjut, Ari Bias menyoroti kosongnya payung hukum yang spesifik mengatur karya musik yang sepenuhnya atau sebagian dibuat dengan AI.
"Orang pakai lagu AI sepenuhnya kan belum ada hukumnya, jadi bebas aja sebenarnya gitu. Sampai saat ini belum ada payung hukum yang meregulasi tentang AI, jadi itu sah-sah aja," tambahnya.
Meski begitu, menurut Ari Bias, AI bisa menjadi alat yang sangat membantu jika dimanfaatkan untuk meningkatkan kreativitas. Namun, ia juga tidak menampik adanya potensi negatif jika teknologi ini disalahgunakan.
"Selama perkembangan teknologi pasti ada keseimbangan payung hukumnya yang harus kita buat. Nah ini direvisi juga kita singgung juga soal regulasi AI," ungkapnya.
(pig/wes)











































