Deretan Lagu Protes Anthem Perlawanan: Dari Bob Dylan sampai Iwan Fals

Dicky Ardian
|
detikPop
Ilustrasi Demo
Foto: Getty Images/iStockphoto/jacoblund
Jakarta - Musik gak cuma soal cinta-cintaan aja. Sejarah udah buktiin, lagu juga bisa membakar semangat, menyuarakan keresahan, bahkan ngelawan ketidakadilan.

Di dunia, ada banyak banget anthem protes yang lahir buat jadi penyambung lidah rakyat tertindas.

Majalah politik-budaya asal London, New Statesman, punya daftar 20 lagu protes paling populer sepanjang sejarah. Berikut ini lagu-lagu protes paling populer sepanjang sejarah.

Lagu-lagu Protes Populer Dunia

This Land is Your Land - Woody Guthrie (1940)

Disebut 'lagu kebangsaan' kedua Amerika, anthem ini lahir karena Woody kesel sama God Bless America yang terlalu manis-manis.

Dari perjalanan keliling negeri, dia ketemu rakyat kecil yang hidup susah, dan lahirlah lirik yang jadi lagu wajib tiap aksi protes di AS.

Strange Fruit - Billie Holiday (1939)

Gak ada yang lebih haunting daripada suara Billie Holiday nyanyiin lagu protes soal praktik lynching (penggantungan massal) terhadap orang kulit hitam di Amerika. Sampai sekarang, Strange Fruit masih dianggap salah satu lagu protes paling kuat sepanjang masa.

Free Nelson Mandela - The Special AKA (1984)

Lahir buat menentang pemenjaraan Nelson Mandela, lagu ini gak cuma ngetop di Inggris tapi juga jadi anthem di Afrika. Penulisnya, Jerry Dammers, awalnya gak nyangka lagunya bisa segitu powerful-nya.

The Times They Are a-Changin - Bob Dylan (1964)

Bob Dylan udah kayak bapaknya musik protes. Lagu ini jadi soundtrack gerakan hak sipil Amerika era 60-an. Dylan sendiri bilang, "Ini jelas sebuah lagu yang punya tujuan."

Sunday Bloody Sunday - U2 (1983)

Bono bersama U2 bikin lagu ini setelah tragedi 30 Januari 1972 di Derry, Irlandia Utara, di mana militer Inggris menembaki demonstran damai. Buat U2, musik bukan sekadar hiburan, tapi bisa ngubah generasi.

"Lihatlah apa yang terjadi dengan Vietnam. Musik mengubah seluruh generasi untuk bersikap terhadap perang," kata Bono.

Killing In The Name - Rage Against The Machine (1992)

Kalau bicara amarah mentah, lagu ini juaranya. Ditulis setelah kerusuhan rasial LA 1992, liriknya penuh teriakan perlawanan terhadap rasisme dan kebrutalan polisi.

Kata "F**k you" terulang 16 kali-jadi bukti kalau RATM gak main-main.

Imagine - John Lennon (1971)

Mimpi utopis Lennon tentang dunia tanpa negara, agama, atau keserakahan. Banyak yang bilang ini naif, tapi Lennon ngejawab dengan santai: "You may say I'm a dreamer, but I'm not the only one."

Dan masih banyak lagi anthem legendaris kayak Internationale, What's Going On dari Marvin Gaye, sampai Redemption Song-nya Bob Marley.

Lagu-lagu Protes dari Indonesia

Tentu aja, musisi Tanah Air juga punya deretan karya yang sama lantangnya. Dari era Orde Baru sampai hari ini, musik jadi medium buat ngelawan, meski kadang berujung dicekal.

Robot Bernyawa - Swami (1991)

Iwan Fals, Sawung Jabo, Jockie S., dan kawan-kawan bikin kritik tajam soal rakyat yang diperlakukan layaknya mesin: hidup tapi tanpa suara. Lagu ini jadi simbol perlawanan pekerja di era itu.

Tante Sun - Bimbo (1977)

Dengan lirik satir soal gaya hidup istri pejabat, lagu ini langsung dicekal pemerintah. Padahal, di balik musiknya yang santai, protesnya nyelekit banget.

Dimana Merdeka - Kelompok Penerbang Roket

Menggugat kemerdekaan sejati rakyat: "Dimana mereka, mereka yang beda. Apa masih ada, yang merdeka?" Jadi refleksi pahit tentang keadilan sosial di Indonesia.

Gugatan Rakyat Semesta - .Feast

Menggunakan kisah fiksi tokoh bernama Ali untuk menggambarkan perlawanan rakyat. Bagi Baskara dan kawan-kawan, musik adalah medium politik yang bisa bicara keras tapi tetap puitis.

Mosi Tidak Percaya - Efek Rumah Kaca

Jadi anthem wajib tiap demo. Refrain-nya lantang: "Jelas kalau kami marah. Kamu dipercaya susah. Pantas kalau kami resah. Sebab argumenmu payah."

Budak - Laze

Rap tajam Laze menyorot kondisi pekerja di Indonesia yang masih aja "dibudakkan" oleh kebijakan yang nggak berpihak.

Mengadili Persepsi (Bermain Tuhan) - Seringai

Lagu klasik yang gak pernah basi. Baitnya yang meledak-ledak masih relevan buat kritik pemerintah kapanpun: "Mereka bermain Tuhan, merasa benar, menjajah nalar."


(dar/wes)


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO