Ini Syuting Film Paling Aneh yang Bikin Nicolas Cage Trauma

Asep Syaifullah
|
detikPop
Bangkok Dangerous (2008).
Foto: Dok. Ist
Jakarta - Hal-hal unik tampaknya selalu punya cara sendiri untuk menemukan sosok yang eksentrik. Begitulah yang dialami aktor pemenang Oscar, Nicolas Cage, saat menjalani proses syuting film aksi di Thailand yang tanpa diduga berada tepat di tengah-tengah peristiwa kudeta militer.

Pada Agustus 2006, Cage bersama tim produksi bertolak ke Bangkok untuk menggarap film action-thriller berjudul Bangkok Dangerous yang disutradarai oleh Pang Brothers, Danny dan Oxide Pang.

Dalam film tersebut, Cage berperan sebagai seorang pembunuh bayaran profesional yang mendadak menolak menyelesaikan target pembunuhan keempat sekaligus terakhir dalam daftarnya.

Ironisnya, target keempat yang menolak dibunuh oleh karakter Cage dalam skenario film tersebut adalah Perdana Menteri Thailand.

Hanya berselang beberapa minggu setelah proses syuting dimulai, pada 19 September 2006, fenomena nyata yang mengejutkan terjadi.

Perdana Menteri Thailand saat itu, Thaksin Shinawatra, resmi digulingkan melalui kudeta militer. Yang membuat situasi semakin menegangkan, lokasi syuting Bangkok Dangerous hanya berjarak sangat dekat dari pusat pergerakan militer tersebut.

"Kami sedang mengambil adegan aksi yang jaraknya hanya sekitar satu blok dari lokasi dimulainya kudeta," kenang Nicolas Cage.

Ancaman bahaya pun langsung terasa nyata bagi seluruh kru film.

"Kami diberitahu bahwa jika kami menembakkan senjata (properti syuting), pihak militer di luar sana bisa membalas tembakan ke arah kami. Saat itulah saya menyadari bahwa kami berada dalam bahaya serius," tambahnya.

Meski ketegangan sempat membendung proses produksi, aksi pengambilalihan kekuasaan oleh militer tersebut relatif berlangsung damai tanpa memakan korban jiwa.

Sebelum filmnya resmi dirilis pada 2007, Cage sempat menyebut Bangkok Dangerous sebagai salah satu proyek paling aneh yang pernah ia kerjakan terutama karena pengalaman dikepung kudeta nyata di tengah syuting.

"Itu adalah pengalaman yang sangat aneh," aku Cage.

Meskipun diwarnai kejadian dramatis di balik layar, Bangkok Dangerous sendiri gagal bersinar di layar lebar. Film ini mencatatkan pendapatan pekan perdana yang terbilang rendah di AS, yakni hanya USD 7,8 juta, dan bahkan gagal mengembalikan modal produksinya dari penayangan bioskop global.

Namun bagi Nicolas Cage, pengalaman bertahan di tengah pengambilalihan kekuasaan militer menjadi sebuah kenangan unik seumur hidup yang tentu tak ingin ia ulangi lagi.

(ass/dar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan


TAGS


BERITA TERKAIT

Selengkapnya


BERITA DETIKCOM LAINNYA


Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

TRENDING NOW

SHOW MORE

PHOTO

VIDEO